Beranda HUKUM & PERISTIWA

Pernyataan Tiga Orang Saksi Dari JPU Dibantah Oleh Terdakwa Pada Sidang Lanjutan Sainah vs PT BSD

859
Foto : Muhamad Deni

Tangerang, SUARA TANGSEL – Pada persidangan kali ini, perkara tanah dengan nomor perkara 408/pid.b/2021/pn.tng antara Ibu Sainah (57) dengan pihak PT BSD, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dessy Iswandari, S.H. kembali hadirkan 3 orang saksi lagi yaitu saksi Yanizar, SH (53), saksi Muhammad Leo dan saksi Muhammad Nur (47), di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (4/5/2021).

Kali ini diantara saksi yang dihadirkan oleh JPU salah satunya adalah Yanizar, SH (53) selaku Kepala Departemen Pra Litigasi dan Legal Verifikasi PT BSD.

Usai sumpah di atas Al-Quran ke 3 orang saksi tersebut, satu persatu mulai memberikan kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim.

Dimulai dari saksi Yanizar, SH selaku Kepala Departemen Pra Litigasi dan Legal Verifikasi PT BSD dalam keterangannya mengatakan, bahwa yang mengeluarkan surat tugas untuk Pelapor (Amim) adalah saksi Yanizar. SH di karenakan saksi Yanizar, SH mendapat surat kuasa dari direksi pada tanggal 7 Januari 2019.

“Ibu sainah juga pernah dikirim somasi oleh PT. BSD sebanyak 2 kali melalui kantor hukum PT.BSD,” ungkapnya.

Kemudian dilanjutkan saksi ke 2, saudara Muhammad Leo. Dia mengaku ada di tempat yakni di kantor PT BSD pada saat penandatangan Surat Pelimpahan Hak (SPH) antara Sahid Bin Ali dengan Ir. Siswanto. Muhammad Leo menerangkan bahwa tanah yang di jual oleh Sahid bin Ali dengan ir.Siswanto (PT.BSD) adalah tanah ahli waris dari Miin Ali, dan Miin Ali memiliki 4 ahli waris yaitu Sahid bin Ali, Bodong bin Miin Ali, Sumi Binti Pini, dan Sanih binti Saun.

Ketiga saksi yang dihadirkan JPU saat bersumpah di atas al-qur’an sebelum memberikan kesasiannya di sidang lanjutan perkara tanah, Sainah vs PT BSD di Pengadilan Negeri Tangerang. Foto : Fahmy

Dan yang ke 3 saksi Muhammad Nur (47) selaku pihak dari kelurahan Lengkong Gudang Timur. Dalam keterangannya menyatakan bahwa saksi Muhammad Nur hanya petugas pencatat C Desa di kantor kelurahan Lengkong Gudang Timur.

Usai ke 3 orang saksi menyatakan kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim, kemudian Hakim Ketua bertanya kepada Ibu Sainah (57), apakah benar dengan apa yang dinyatakan oleh para saksi.

“Itu tidak benar yang mulia, itu foto pada saat transaksi jual beli tanah almarhum bapak saya yang di bawah, bukan tanah yang sekarang saya tempati,” tegas Sainah menjawab pertanyaan Hakim Ketua.

Sebelum menutup persidangan, Hakim Ketua memberikan informasi bahwa sidang berlanjut pada Kamis, 20 Mei 2021.

“Sidang ditutup, dilanjutkan kembali pada 20 Mei 2021, dengan agenda menghadirkan saksi baru dari Jaksa Penuntut Umum,” tutup Hakim Ketua.

Terpisah usai persidangan, tim kuasa hukum Sainah yang diwakili Budi Suhendra S.H mengutarakan bahwa saksi Yanizar, S.H tidak dapat menunjukkan surat kuasa beli dari PT. BSD dengan Ir.Siswanto, tegasnya.

Kemudian saksi Muhammad leo selaku saksi pada saat penandatangan SPH antara Sahid Bin Ali dengan Ir.Siswanto, namun pada saat penandatangan SPH antara Sahid Bin Ali dengan Ir.Siswanto yang datang hanya Sahid Bin Ali sehingga SPH tersebut cacat hukum karena saksi Muhammad Leo tidak dapat menunjukan surat kuasa dari ahli waris Miin Ali kepada Sahid bin ali.

“Selanjutnya kami tim kuasa hukum ibu Sainah akan memasukkan semua fakta-fakta persidangan didalam pembelaan (Pledoi) kami nanti,” ungkapnya.

“Harapan kami semoga majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ibu sainah tidak membelot dan benar-benar menegakkan hukum sehingga perkara ibu sainah keliatan terang,” pungkas Budi.

Deni/Fahmy