Beranda TOP TANGSEL

Permintaan Kartu Kuning dari Para Pencari Kerja Tahun 2015 Meningkat

128
Ahmad Suyatman
Kabid Penempatan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Tangsel, Suyatman Ahmad

Serpong, SUARA TANGSEL — Permintaan kartu kuning atau kartu pencari kerja di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2015 terus meningkat.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Tangsel, Suyatman Ahmad, mengatakan,”Peningkatannya tidak jauh-jauh dari tahun sebelumnya,” katanya Rabu (28/10).

Menurut Suyatman, Dinsosnakertrans Tangsel pada tahun 2015 ini, setiap harinya melayani rata-rata 10 pencari kerja yang mengajukan permohonan kartu kuning. Kata Suyatman, biasanya pasca libur Lebaran, jumlah pencari kerja yang mengajukan permohonan kartu kuning terus mengalami peningkatan mulai dari 15 sampai 30 pemohon per hari.

“Pada tahun lalu misalnya, pemohon kartu kuning pasca libur Lebaran bisa mencapai 200 orang per hari. Atau 10 kali lipat dibanding hari biasa,” tuturnya.

Kata Suyatman, “karena kartu kuning merupakan salah satu syarat pokok untuk para pencari kerja, maka permintaan akan kartu kuning akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” Lanjut Suyatman, permohonan kartu kuning dari para pencari kerja pada tahun ini tercatat mulai dari lulusan Sekolah Dasar (SD) hingga Magister (S2), rinciannya adalah SD 40 orang, SMP sebanayak 132 orang, SMU sebanyak 3.515 orang, D1, D3 sebanyak 1.468 orang, S1 sebanyak 2.923 orang,  S2 sebanyak 124 orang.” Data ini merupakan akumulasi dari Januari sampai dengan Oktober 2015, tahun ini, kebanyakan pencari kerja ini melamar  pekerjaan di perusahaan swasta,” terangnya.

Layanan kartu kuning di Dinsosnakertrans Tangsel tidak dibatasi hanya kepada warga kota Tangsel saja, pelayanan juga diberikan kepada warga dari daerah lain yang kebetulan tinggal di kota Tangsel. “Itu kebijakan internal kami, karena terkadang pencari kerja kesulitan jika harus kembali ke daerah asalnya hanya untuk mencari kartu kuning. Alamat di kartu kuning pun ditulis sesuai domisili asalnya,” paparnya.

Syarat yang harus dibawa pencari kerja saat memohon kartu kuning adalah kartu tanda penduduk yang masih berlaku, ijazah dari pendidikan terakhir, dan foto 3×4 dua lembar.”Sebenarnya, pencari kerja bisa difoto di sini dan fotonya tercetak di kartu kuning. Namun demikian, foto yang tercetak itu terkadang tidak jelas sehingga kurang bagus saat kartu dicopy. Karena itu, disarankan para pencari kerja membawa foto sendiri,” ujarnya.

Kartu kuning sendiri memiliki masa berlaku dua tahun, agar tetap terpantau Dinsosnakertrans, maka para pencari kerja diimbau untuk selalu memberikan laporan setiap enam bulan sekali. Tujuannya meteka yang mengurus kartu kuning yang tidak mendapat pekerjaan, bisa dicarikan oleh Dinsosnakertrans apabila ada perusahaan yang membutuhkan karyawan,” pungkasnya. (erwin)