Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Perkuat Program Desmigratif, Kemnaker Jalin Kerja Sama dengan LKKNU

609

Jakarta, SUARA TANGSEL – Dalam rangka memperkuat komunitas pembangunan keluarga di program Desmigratif (Desa migran Produktif), Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKKNU).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepahaman bersama oleh Dirjen Binapenta dan PKK, Suhartono, dengan Sekjen PB LKKNU, Alissa Wahid di Ruang Tridharma, Kemnaker, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dalam sambutannya, Menteri ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan, salah satu aspek program Desmigratif yang ingin diperkuat adalah fasilitasi pembentukan komunitas pembangunan keluarga (community parenting). Upaya penguatan ini dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan melibatkan kementerian/Lembaga, maupun pemangku kepentingan lainnya. Desmigratif sejatinya merupakan upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya sejak dari desa.

“Hal ini didasari oleh kesadaran kami bahwa isu PMI dan keluarganya merupakan isu yang lintas sektor (cross cutting), sehingga Kemnaker sangat terbuka dengan berbagai upaya kolaborasi dan kerja bersama,” ujar Ida Fauziyah.

Menaker Ida mengakui pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam menjalankan empat pilar Desmigratif. Salah satu pilar yang membtuuhkan dukungan berbagai pihak yakni pembentukan komunitas pembangunan keluarga (community parenting). Untuk itu, Kemnaker menggandeng LKKNU untuk bekerja sama dalam memperkuat komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif.

“Saya percaya Mba Alisa sudah teruji dan sudah, sedang, serta akan menyiapkan konsep keluarga sakinah yang dilakukan bersama Kementerian Agama. Dengan Kemenag saja bisa kerja sama kenapa dengan Kemnaker tidak bekerja sama?” ujar Menaker Ida Fauziyah

“Kerja kolaboratif ini diinisiasi oleh Kemnaker dengan LKKNU, tapi ini bukan untuk NU saja, melainkan untuk bangsa dan kepentingan masyarakat yang lebih luas,” kata Menaker Ida Fauziyah.

Menaker Ida mengakui meski dirinya sebagai bagian dari LKKNU, tetapi profesionalitas dan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara dalam kerja sama ini harus tetap dijaga. “Kepada teman-teman LKKNU saya berharap juga sama-sama saling menjaga bagaimana pengelolaan kegiatan ini dilakukan secara profesional, ” katanya.

Melalui kerja sama ini, Menaker Ida Fauziyah berharap niat baik, perhatian, dan kepedulian semua pihak terhadap perkembangan anak-anak PMI dapat menjadi lebih nyata. “Terutama melalui penyusunan konsep dan model pembangunan community parenting di Desmigratif, ” katanya.

Dirjen Binapenta dan PKK, Suhartono, mengatakan bahwa ruang lingkup kesepahaman bersama ini meliputi, pertama, assessment (pemetaan untuk penelitian awal tentang realitas dan kebutuhan pengasuhan berbasis komunitas Desmigratif).

Kedua, pengembangan konsep dan model pembangunan keluarga (community parenting) Desmigratif. Ketiga, penyusunan empat modul untuk penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif. Keempat, pelaksanaan uji coba modul pembangunan komunitas keluarga Desmigratif.

Kelima, pelaksanaan training of trainer penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif. Keenam pelaksanaan pilot project model penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif.

“Pelaksanaan kegiatan nantinya akan dibentuk Tim Penguatan Community Parenting di Desmigratif. Kesepahaman ini berlaku jangka waktu dua tahun sejak tanggal ditandatanganinya kesepahaman dimaksud,” katanya.

Sementara Alisa Wahid menyambut positif inisiatif Kemnaker untuk bekerja sama dalam penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif. Sebab sesuai mandat di LKKNU, pihaknya concern terhadap masalah keluarga.

“Kerja sama ini, sebuah langkah membahagiakan karena tema keluarga merupakan tema sehari-hari. Kami punya konsep keluarga maslahah, yakni keluarga yang bukan hanya bahagia dan baik. Tetapi juga membawa kepada setiap anggota keluarganya, juga kepada lingkungan sekitarnya,” katanya.

Biro Humas Kemnaker