Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Pengetatan PPKM Mikro, Gubernur Pastikan Seluruh Kegiatan di Jakarta Harus Tutup Pada Jam 9 Malam

1013

Jakarta, SUARA TANGSEL – Forkopimda bersama dengan Pangdam Jaya, Gubernur DKI Jakarta, Polda Metro Jaya dan seluruh jajaran mengadakan apel siaga untuk pelaksanaan pengawasan PPKM di Provinsi DKI Jakarta, pada Jum’at (18/6).

“Kita akan lebih menggalakan lagi tentang penegakan kedisiplinan, penegakan ketertiban, penegakan ketaatan atas protokol kesehatan di DKI Jakarta dan Jabodetabek,” tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menjelaskan pengetatan PPKM di Jakarta dilakukan mengingat meningkatnya jumlah angka penularan kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Angka penularan Covid-19 per tanggal 18 Juni 2021 di wilayah Jakarta tercatat 24.511 kasus aktif, kasus aktif yaitu orang yang terkonfirmasi dan sedang melakukan isolasi dan sedang melakukan perawatan dan belum dinyatakan sembuh.

“Ini adalah angka yang tinggi dan mirip pada bulan Februari yang lalu,” ujar Anies.

Oleh karena itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi dan mentaati serta tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Karena penanggulangan penegakan kedisiplinan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Penegakan kedisiplinan juga harus dilakukan oleh pihak pribadi, pihak keluarga, pihak komunitas dan pihak kerja,” jelasnya.

Menurutnya Anies, mentaati protokol kesehatan adalah menghormati sesama dan melindungi sesama.

“Jadi ini bukan semata-mata mengikuti peraturan Gubernur atau peraturan daerah maupun peraturan pemerintah. Tapi mengikuti protokol kesehatan demi menyelamatkan sesama warga Jakarta dan sesama warga Indonesia. Karena itu ambil sikap bertanggung jawab,” tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada sesama, jika melihat ada warga yang tidak memakai masker, harus segera diingatkan.

“Bila kita punya masker ektra, berikan kepada orang yang tidak membawa atau memakai masker,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya memastikan dan mengajak kepada warga harus wajib membawa atau memakai masker.

Pada apel kali ini yaitu bertujuan untuk melakukan operasi penertiban. Dan seluruh kegiatan yang ada di Jakarta dipastikan harus tutup pada pukul 21:00 WIB. Dan para petugas harus memeriksa, mengawasi dan menindak bila terjadi pelanggaran.

“Kepada seluruh masyarakat bila ada yang menyaksikan pelanggaran harus segera melaporkannya, gunakan aplikasi Zacki, laporkan disitu sehingga kami bisa segera bertindak” jelasnya.

Lebih jelas Anies mengatakan bahwa tempat kegiatan di Jakarta jumlahnya puluhan ribu, karena itu ia meminta pengawasannya dilakukan secara bersama-sama.

“Ini adalah perjuangan semesta, semua harus terlibat, semua harus ambil tanggung jawab,” tegasnya.

Kemudian untuk technik di lapangan ia menjelaskan bahwa akan ada petugas yang melakukan pemantauan dan akan memastikan bahwa protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, jumlah orang disebuah fasilitas sesuai dengan ketentuan.

Untuk itu dirinya mengingatkan kepada pihak pengelola tempat-tempat dimana banyak berkumpul, seperti pusat pertokoan, pusat kegiatan dimana masyarakat yang datang dipastikan harus berkapasitas 50 persen dan tidak dilampaui. Ia juga menyampaikan untuk semua, bahwa jangan kompromi demi mendapatkan keuntungan lebih besar.

“Manfaat yang kita kejar adalah keselamatan warga, makin kita disiplin, makin cepat pandemi ini selesai. Makin kita peduli sesama, makin sedikit yang terpapar. Jadi saya minta kepada semua, nomor satukan keselamatan,” pungkasnya.

(Red/Fahmy/Ridho)