Beranda OPINI

Pemkot Tangsel Resmikan Rumah Lawan Covid-19

503
Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany meresmikan Rumah Lawan Covid-19, di Jalan Aksara Kencana I Nomor 20, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Selasa, 14/4/2020. Foto: Istimewa

Serpong, SUARA TANGSEL –  Percepatan penanganan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satunya dengan terus menambah fasilitas penanggulangan Covid-19.

Hari ini, Selasa, (14/4) Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany meresmikan Rumah Lawan Covid-19, di Jalan Aksara Kencana I Nomor 20, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Rumah Lawan Covid-19 sejatinya adalah Gedung Kawasan Pertanian Terpadu milik Pemerintah Kota Tangsel yang disulap menjadi Lokasi Karantina bagi PDP dan ODP yang ada di Kota Tangsel. Lokasinya berdekatan dengan Tandon Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.


Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany pada kesempatan itu mengatakan, Rumah Lawan Covid-19 ini diperuntukan untuk pasien Orang Dalam Pengawasan dengan Rapidtest positif dan Pasien Dalam Pengawasan Ringan yakni tanpa gejala.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tangsel, Perusahaan Swasta yang telah membantu melalui CSR-nya, dan semua pihak yang telah peduli dan memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Tangsel dalam upayanya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ucap Airin.

Menurutnya, bantuan dan kepedulian serta kesolidaritasan seluruh sektor merupakan kunci keberhasilan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Atas hal itu Airin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menjauhi dan berpikir negatif jika ada seseorang di sekitarnya yang tergolong menjadi ODP ataupun PDP.

“Dalam satu kasus, tidak perlu saya sebutkan wilayahnya, ada seorang warga yang yang berpengaruh dalam wilayah tersebut yang mengalami gejala. Tiba-tiba anaknya mengkontak saya dan menceritakan bahwa keluarganya dijauhi oleh tetangganya,” ucap Airin disertai tetesan air mata haru.

Menurutnya, hal itu tak perlu dilakukan. Sebab untuk melawan virus yang tak terlihat ini, kita harus bersama-sama. Dengan rasa optimis, Airin berharap wabah Covid-19 ini cepat berlalu. Terlebih, dalam waktu dekat ini, bulan suci Ramadhan dan Hari raya Idul Fitri pun akan segera tiba.

“Kita bersama-sama berikhtiar, dan tentu berdoa agar Covid-19 ini cepat berlalu. Terlebih sebentar lagi bulan puasa. Kita rindu kebersamaan dengan keluarga, semoga Covid-19 ini cepat berlalu,” ucap Airin dengan harunya.


Rumah Lawan Covid-19 dilengkapi 148 tempat tidur

Rumah Lawan Covid-19. Foto: Iskandar P Hadi

Ini merupakan Rumah Lawan Covid-19 jadi didesain senyaman mungkin oleh Pemkot Tangsel. “Wabah ini ada di Tangsel sejak pertengahan Maret, untuk Itu kita bergerak bersama untuk lawan Covid-19 dengan memberi ruang karantina bagi orang yang sakit agar terpisah dari  orang yang sehat,” kata Suhara, Kepala Unit PMI Kota Tangsel.

Rumah Lawan Covid-19 ini dilengkapi 148 tempat tidur yang terdiri dari 85 tempat tidur untuk pasien putra dan 63 tempat tidur untuk pasien wanita. Dari 85 tempat tidur untuk pria ini terdiri dari 73 tempat tidur untuk ODP dan 12 tempat tidur untuk PDP. Sedangkan 63 tempat tidur yang untuk wanita, dibagi menjadi 50 tempat tidur untuk ODP dan 13 tempat tidur untuk PDP.

Rumah Lawan Covid-19 juga dilengkapi fasilitas lain, seperti extra tempat tidur bagi yang membawa anak. Fasilitas karantina ini juga dilengkapi dengan 24 kamar mandi dengan masing-masing dilengkapi shower dan toilet, serta Televisi disetiap kamar. Tidak ketinggalan gedung ini juga dilengkapi dengan Wi-Fi, papar Suhara.  

Dasilitas lain yang tersedia di kawasan karantina ini adalah dispenser di depan setiap kamar, mesin cuci, serta tempat jemuran dan setrika, serta lainya.

Suhara yang juga ditunjukt sebagai penanggungjawab atau koordinator Rumah Lawan Covid-19, menjelaskan, setiap hari akan ada lagu-lagu atau music phsycotherapy, medical room dan alat-alat medis juga dilengkapi.

Untuk petugas setiap shiftnya terdiri dari Dokter Umum, Perawat, petugas makanan, OB, relawan, dan Supir ambulance.

“Kita juga menyiapkan konsultasi psikologi, senam pagi dan olah raga, rapidtest sebelum pulang, dan bagi pasien yang mengalami perburukan gejala akan dirujuk, sehingga Mobil ambulance selalu standby,” singkatnya.

Suhara menjelaskan, tempat ini tidak membuka pendaftaran, namun pasien berasal dari Puskesmas yang ada di Tangsel. “Jadi jika ada pasien rujukan dari Puskesmas ditempatkan disini,” pungkasnya. (ADV)