Beranda Uncategorized

Pemkot Tangsel: PSBB Masih Jadi Pilihan Utama Cegah Penyebaran Virus Corona

227

Kota Tangsel, SUARA TANGSEL – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (COVID-19) terus dilakukan.

Salah satu di antaranya adalah memperketat pergerakan orang dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berdasarkan data yang diperoleh dari PPID Kota Tangsel, PSBB di kota ini, telah diperpajang sebanyak 8 kali.

Teranyar adalah PSBB yang belaku hingga 23 Agustus nanti merupakan perpanjangan kedelapan kalinya. Adapun, pembatasan pertama kali dilakukan pada 18 April lalu hingga 3 Mei 2020 lalu.

Alasan Diperpanjang

Kesepakatan diperpanjangnya PSBB karena vaksin virus corona (COVID-19) belum ditemukan. Alasan lainnya, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan baru mencapai 83 persen dari idealnya 90 persen.

“Idealnya, PSBB memberikan dampak terhadap jumlah kasus COVID-19 ketika kesadaran masyarakat mencapai 90 persen. Namun, ini baru 76 persen. Oleh karena itu dilakukan perpanjangan,” kata Airin, Senin (10/8/2020).

Airin pun menjelaskan, bahwa perpanjangan PSBB ini diputuskan dengan alasan PSBB masih menjadi salah satu cara pemerintah dalam melakukan penanganan COVID-19. Dimana kegiatan sosial masih dibatasi secara maksimal dalam 14 hari mendatang.

“PSBB kan diperpanjang lantaran potensi penularan masih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Benyamin Davnie mengungkapkan bahwa, saat ini Tangsel tengah berada di dalam status zona orange peta sebaran kasus COVID-19 di Banten. Sebelumnya, Tangsel termasuk dalam daerah dengan status zona merah.

Hal tersebut patut diapresiasi, sambung Benyamin, karena itu Pemkot Tangsel akan terus berupaya untuk menjadikan Tangsel sebagai daerah dengan status zona hijau. “Salah satunya melalui PSBB ini,” ujar Benyamin.

Benyamin pun meminta masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan dalam setiap aktifitas. “Jadi, masyarakat harus taati protokol kesehatan. Inilah salah satu cara untuk memutus mata rantai Covid-19,” kata Benyamin, Selasa (11/8/2020).

Sampai Kapan Diperpanjang? Menurut Benyamin keputusan tersebut berada di tangan Gubernur. “Keputusan perpanjangan PSBB itu berada di tangan Gubernur, “ pungkas Benyamin.

Untuk diketahui, hingga kini beberapa kelurahan di wilayah Tangsel masih dalam status zona merah, di antaranya adalah, Kelurahan Pondok Kacang, Kelurahan Parigi Baru, Kelurahan Pondok Jaya, Keluraharan Jurangmangu Timur, Kelurahan Pondok Ranji, Kelurahan Serpong, Kelurahan Buaran, Kelurahan Bakti Jaya, Kelurahan Pamulang Barat, dan Kelurahan Pondok Cabe Udik.

Data terkini kasus COVID-19 di Kota Tangsel dapat diakses melalui laman https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/  (Adv)

.