Beranda TOP TANGSEL PEMKOT TANGSEL

Pemkot Tangsel Gelar Operasi Pasar, 4 Ribu Liter Minyak Goreng Murah Ludes Diserbu Warga

1193

Pamulang, SUARA TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar operasi pasar murah dihalaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangsel, pada Selasa (11/1).

Adapun operasi pasar yang digelar yakni untuk komoditas minyak goreng yang memang pada saat ini telah mengalami kenaikan harga.

Minyak goreng yang dijual di operasi pasar murah tersebut, per liternya yakni dijual dengan harga Rp.14 ribu, dan setiap orang hanya diperbolehkan membeli 2 liter minyak goreng.

Kegiatan operasi pasar ini pun mampu menarik minat warga untuk membeli bahkan warga harus telah mengantre untuk mendapatkan minyak goreng tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah lakukan operasi pasar murah, khususnya minyak goreng. Dua pekan lalu saya sudah cek turun ke lapangan, kelangkaan yang banyak terjadi adalah minyak goreng. Kali ini kita bekerjasama dengan Sinar Mas dan Pemprov Banten,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat meninjau operasi pasar murah tersebut.

Pilar mengatakan, siapapun dapat memanfaatkan operasi pasar murah ini. Namun, satu orang hanya diperbolehkan untuk membeli sebanyak dua liter saja.

“Minyak goreng dengan harga murah, yaitu Rp.14 ribu, harga sekarang kan Rp. 20 ribu per liter. Alhamdulillah masyarakat antusias sekali. Satu orang maksimal dua liter, berlaku untuk siapapun, khususnya masyarakat Tangsel,” tuturnya.

Sedikitnya terdapat 4.000 liter minyak goreng yang disediakan ludes diborong masyarakat Tangsel.

Rencananya kegiatan tersebut akan dilanjutkan dan akan digelar di beberapa lokasi berbeda secara berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan seperti ini di Tangsel lebih dari pada satu titik, jadi ketersediaannya bisa diperbanyak lagi. Mungkin kegiatan berikutnya bisa diselenggarakan di Ciputat, atau Pondok Aren, agar masyarakat berkumpul untuk mengikuti pasar murah seperti ini,” tuturnya.

Komoditasnya pun rencananya tidak hanya untuk minyak goreng saja. Namun juga beberapa barang yang langka dan terbilang memiliki harga mahal saat ini di pasaran.

“Ini yang pertama paling langka dulu (minyak). Mungkin ada opsi lain kita liat stok dulu. Seperti cabai, kalau cabai kan karena kemarin musim hujan. Akhirnya ketersediaannya menipis, beda hal dengan minyak goreng, ini yg kita utamakan tidak menutup opsi lain, apakah ada CSR dengan distributor langsung kita kerjasama nanti kita ada opsinya,” terang Pilar.

Program ini pun nampaknya telah berhasil. Masyarakat merasa sangat terbantu dan diuntungkan dengan adanya penjualan minyak goreng murah ini.