Beranda SUARA BANTEN KABUPATEN SERANG

Pembangkit Jawa-Bali Mendapatkan Jatah Saham 30% Untuk Pembangunan PLTU di Banten

339
PLTU. FOTO: ANTARA/ERIC IRENG

Serang, SUARA TANGSEL — PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) mendapatkan jatah kepemilikan saham sebesar 30 persen untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Demikian disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi PJB, Trilaksito Sunu, usai rapat tertutup bersama Plt Gubernur Banten, di Kantor Sekretariat Provinsi Banten, Selasa (21/4/2015).

“Ini adalah bagian dari program 35 ribu megawatt (mw), di mana PLN kebagian 10 ribu dari total 35 ribu. Kami sebagai anak perusahaan PLN ditugaskan sebagai partner di dalam Independent Power Project (IPP). Pembangunan ini kita diberi share saham sebesar 30 persen,” kata dia.

Sejauh ini, jelas Trilaksono, PLN masih dalam proses prakualifikasi pemilihan partner untuk mendampingi PT PJB dalam pembangunan PLTU Jawa 7. Setelah itu nantinya baru masuk ke tahap pelelangan. Sampai saat ini, beberapa negara yang sudah ikut mendaftar lelang tersebut, di antaranya Korea, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.

“Tahapan uji kelayakan dan studi amdal. Sementara PLN sedang akan melelang, sekarang dalam proses prakualifikasi,” jelas dia.

Rencananya proses lelang ini akan selesai akhir tahun, sehingga untuk tahap konstruksi bisa berjalan tahun depan. “Target 2019 selesai. Tahap pelelangan di tahun ini konstruksinya 2016,” ujar dia.

Sebagai informasi, PLTU Jawa 7 dibangun sebagai bentuk dukungan dari PT PJB untuk ikut merealisasika program besar kepemerintahan Jokowi-JK yaitu pembangunan 35 ribu mw. Adapun pembangkit yang akan dibangun adalah PLTU Jawa 7 dengan kapasitasi 2×1.000 mw yang memakai bahan bakar batu bara.

Pengembangan PLTU Jawa 7 ini merupakan salah satu bagian dari pembangunan program pembangkit 35 ribu Mw dari pemerinya yang terdapat pada Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2015-2024 dan direncanakan pengoperasian secara komersial atau Commercial On Date (COD) pada 2019[]ahl.

Editor / Redaksi : Arkana Gifahri