Home / KESEHATAN / Pelayanan Orthodonti, Kawat Gigi di RSU Kota Tangsel Berstandarisasi Internasional

Pelayanan Orthodonti, Kawat Gigi di RSU Kota Tangsel Berstandarisasi Internasional

dr. spesialis orthodonti RSUD tangsel ,Poppy Damarsari/ foto hanafi
Dokter Spesialis Orthodonti RSUD Tangsel, dr. Poppy Damarsari (Foto; Hanafi)

Pamulang, SUARA TANGSEL — Istilah orthodonti mungkin tidak terlalu agak akrab di telinga masyarakt awam. Namun, istilah ini akrab di telinga orang-orang yang selama ini telah menggunakan atau akan memasang kawat gigi atau lebih dikenal dengan sebutan behel.

Dr. Poppy Damarsari,  dokter ahli ortodonthi RSU Kota Tangsel ini menjelaskan secara terperinci bahwa,  jika Anda ingin menggunakan kawat gigi atau behel, pastikan bahwa Anda memang rusak. Jangan hanya karena ingin ikut trend atau gaya, tegas dokter spesialis ini.

Lanjutnya, sebab memakai behel itu tidak semudah yang kita lihat. Orang yang boleh mengenakan behel adalah mereka yang memiliki gigi yang bermasalah, maksudnya letaknya tidak beraturan. “Gigi mereka terlihat bertumpuk dan atau berjejal-jejal sehingga kekurangan tempat, tumbuh terlalu jarang sehingga ada celah diantara gigi-gigi itu, atau letaknya terlalu maju atau mundur,” jelas dr Poppy.

Dokter spesialis orthodonti ini pun menjelaskan bahwa, pada kasus rahang bawah lebih maju dibanding rahang atas, yang orang awam sering menyebutnya sebagai cakil, atau cameuh, dan sejenisnya. Atau sebaliknya, bisa saja yang terjadi ternyata adalah rahang atas terlalu maju dibanding rahang bawah, sehingga gigi seri atas tidak bisa bertemu dengan gigi seri bawah, alias protusif.” Pada kedua kasus ini, yaitu kasus cakil dan protusif, sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa yang mengerjakan haruslah dokter gigi dengan spesialisasi orthodonti alias orthodontist, jangan ditangani sama yang lain, yang bukan ahlinya.” Himbaunya.

Ia pun kembali menjelaskan, “Perhatikan gigitan gigi mulai dari geraham atas apakah gigi tersebut bisa bertemu geraham bawah secara sempurna untuk mengunyah, taring atas berpasangan dengan taring bawah untuk mengoyak, gigi seri atas bertemu dengan gigi seri bawah untuk menggigit. Normalnya rahang bawah akan sedikit lebih mundur dibanding rahang atas. Salah satu hasil akhir yang harus dicapai dari perawatan orthodonti adalah membuat gigi bisa menjalankan fungsi kunyah dengan baik dan benar. Secara sederhana boleh diterjemahkan bahwa hasil akhir perawatan antara gigi-gigi di rahang atas haruslah bisa menggigit sempurna dengan gigi-gigi di rahang bawah. Artinya, tidak mungkin perawatan hanya pada gigi atas saja.” Jelas dokter ahli orthodonti ini.

“Karena fungsi behel adalah merapikan gigi, maka dalam pemasangan behel, hanya dokter gigi tertentu yang bisa memasangkan behel yakni dokter spesialis orthodonti. Jadi jangan sembarangan pergi ke dokter gigi pastikan dia merupakan ahlinya.” Himbau dr. Poppy

Selanjutnya, Ia pun menjelaskan bahwa, sebelum mengenakan behel ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan. Yakni, membuat cetakan model gigi, memotret gigi, merontgen gigi, kepala, serta wajah pasien secara keseluruhan. Ini semua agar perawatan benar-benar sempurna dan tidak asal-asalan karena biasanya ketika dipakaikan behel, wajah jadi berubah. Biasanya gigi yang menumpuk-numpuk terjadi karena rahang kecil, jadi giginya harus dikurangi beberapa.

Banyak alasan yang membuat mereka memutuskan untuk memasang behel. Mulai dari masalah karena gigi maju atau bertumpuk, tapi ada juga yang memakai behel hanya sebagai trend saja. Namun, biasanya orang memasang behel karena memiliki kondisi gigi maju (prostutif) atau crowding (bertumpuk). Ada juga kasus yang giginya telah rapi, tapi tetap mengenakan behel karena kurang Pede (percaya diri), ungkap dr. Poppy.

Ada beberapa keuntungan mengenakan behel, yaitu gigi rapi sehingga paras menjadi lebih enak dilihat. Gigi rapi bisa menghindari tidak terjangkaunya sela-sela gigi pada saat menyikat gigi, gigi lebih bersih dan bisa merubah rahang yang asimetris akibat kecelakaan.

Meski behel dapat membantu seseorang untuk selalu tampil lebih percaya diri dan sehat, Setidaknya ada beberapa efek yang ditimbulkan bila mengenakan behel yakni, rasa sakit ketika pertama kali menggunakan behel. Lubang gigi dan karang gigi akan cepat terjadi karena tidak menyikat menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut. Belum lagi efek pada jariangan lunak, terutama pada gusi bibir dan pipi lebih mudah timbul radang gusi dan sariawan.

Beberapa hal yang wajib dilakukan bila memakai behel. Seperti, rajin membersihkan gigi setiap makan, Serta jangan lupa membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Gunakan sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket. Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi.

Menurut dr Poppy Damarsari, dokterr spesialis orthodonti RSU Kota Tangsel, pada beberapa kasus yang ditanganinya sendiri di RSU, ada beberapa pasien yang memakai kawat gigi yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat  di  Kota Tangsel, mulai dari anak- anak hingga orang dewasa, biasanya diarahkan untuk memperhatikan alasan serta kebutuhan dari si pasien itu sendiri, tentunya dengan pemeriksaan terlebih dahulu,

Pemasangan behel atau kawat gigi ini harus memperhatiakan standar dan ketentuan yang berlaku secara khusus alias berstandar. Jangan memasang kawat gigi disembarang tempat, harus tepat memilih tempat untuk pemasangan kawat gigi atau orthodonti ini, karena akan sangat berbahaya jika pasien memasang kawat gigi bukan pada ahlinya atau sekedar gaya- gayaan atau memakai kawat gigi tidak sesuai standar internasional. Selanjutnya, untuk pemasangan behel gigi, biasanya seorang pasien harus mengeluarkan uang dikantongnya sebesar, berkisar antara Rp.5 – 7 juta. “Bagi masyarakat Tangsel yang benar-benar membutuhkan perawatan gigi dengan cara memasang kawat gigi atau behel (orthodonti) dapat lansung ke RSU Kota Tangsel, karena kami memiliki fasilitas berstandar internasional, kata dr. Poppy sambil sedikit mempromosikan fasilitas orthodonti yang dimiliki RSU Kota Tangsel.

“Untuk biaya, kami akan menyesuaikan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dan merujuk pada Perda yang berlaku, dengan catatan ini untuk masyarakat Tangsel yang sangat atau benar-benar membutuhkannya,” tegasnya.

Diakhir penjelasannya, dokter spesialis orthodonti ini berpesan bahwa, setelah behel terpasang, jangan luapa ada perawatan per bulannya, dan ini  harus dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar behel yang digunakan dapat terawat dan dapat digunakan dengan baik. Sedangkan lama perawatan tergantung ringan atau berat kasus, bisa sekira satu tahun, bahkan lebih. Dengan catatan pasien rajin melakukan kunjungan sebulan sekali. Lama perawatan pada setiap individu itu berbeda-beda, karena ada yang kasusnya berat dan ada yang ringan. Selain itu, keberhasilan perawatan tergantung pada kerjasama antara pasien dengan dokter. [] Hendra Jaya R4

 

Editor/Redaksi: Hendra JR4/Ris

 

Check Also

Kemenkes: BBM oktan rendah berbahaya bagi kesehatan

Bagikan melalui WhatsAppJakarta, SUARA TANGSEL – Direktur Jenderal Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan dr. Imran Agus ...

suaratangsel.com