Beranda TOP TANGSEL PEMKOT TANGSEL

Pelaksanaan PSBB di Tangsel Kembali Diperpanjang Hingga 26 Juli 2020

249

Kota Tangsel, SUARA TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memutuskan untuk kembali memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tanggal 26 Juli 2020.

Menurut Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, perpanjangan PSBB untuk keenam kali ini diputuskan dengan alasan bahwa PSBB masih menjadi salah satu cara pemerintah membatasi penyebaran virus corona desiase atau COVID-19.

Keputusan ini, tambah Benyamin, juga merujuk kepada Keputusan Gubernur Banren yang menetapkan perpanjangan PSBB di wilayah Tangerang raya yaitu di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, selama 14 hari ke depan, dengan tujuan, jumlah kasus perhari bisa ditekan hingga berkurang secara berkala.

”Jadi, warga yang berdomisili atau tinggal di Kota Tangsel, wajib mematuhi ketentuan yang sudah dipertimbangkan sangat matang ini,” kata Benyamin.

Hal lain yang juga menjadi salah satu alasan kenapa PSBB kembali diperjang, menurut Benyamin Davnie adalah, bahwa kesadaran masyarakat masih belum menyeluruh. “Idealnya, dengan PSBB akan ada pengaruhnya terhadap jumlah atau tren kasus COVID-19 di Tangsel. Ketika kesadaran masyarakat mencapai 90 persen, maka tren itu akan menurun,” beber Benyamin.

Benyamin pun memahami bahwa, memang ada beberapa kegiatan masyarakat yang harus dilakukan di luar rumah. Karena itu dia menetapkan bahwa masyarakat yang terpaksa harus melakukan kegiatan di luar rumah untuk memenuhi peraturan dan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun peraturan yang ditetapkan dalam PSBB terhadap pelaku usaha yang diizinkan untuk tetap beroperasi tetap sama. Dimana seluruh pelaku usaha yang bergerak di bidang pangan untuk tetap memberikan pelayanan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan memerhatikan berbagai ketentuan seperti penyediaan fasilitas protokol kesehatan. Seperti sarung tangan, kemudian alat bantu dalam menyentuh makanan hingga fasilitas higienis terhadap pelayanan yang dilakukan.

Sementara terkait persiapan new normal, terang Benyamin, baru akan dilakukan oleh Pemkot Tangsel jika tingkat kesadaran masyarakat mencapai 90 persen. Sehingga sampai saat ini Pemkot Tangsel belum bisa menentukan kapan new normal akan mulai diberlakukan di Kota Tangsel.

”Tapi ada kegiatan yang memang sudah bisa dilaksanakan. Dengan memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,”

“Salah satunya adalah pelaksanaan ibadah di rumah ibadah. Dimana kegiatan keagamaan di rumah ibadah dapat dilakukan apabila telah memenuhi ketentuan protokol kesehatan COVID-19. Dimana sudah ditentukan oleh pemerintah pusata,” pungkas Benyamin. (Adv)