Beranda TOP TANGSEL

Pedagang BSD Autopart Tolak Pengelola Parkir yang Ditunjuk Dishubkominfo

760
tolak-parkir-bsd-autopart

Serpong, SUARA TANGSEL – Para pedagang yang tergabung dalam APBA (Asosiasi Pedagang BSD Autopar) di ruko Autopart Jalan Letnan Sutopo, BSD Sektor 1.7, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (22/9) siang menolak adanya pengelola parkir swasta yang mendapat izin pengelolaan parkir dari Dishubkominfo kota Tangsel.

Koordintor keamanan dan ketertiban APBA Harri Pranata dengan tegas mengatakan, karena tidak pernah ada sosialisasi kepada kami, maka warga ruko Autopart dengan tegas menolak pengelola parkir yang telah ditunjuk oleh Dishubkominfo kota Tangsel, karena tidak pernah ada sosialisasi.

“Selebaran yang disebar dan spanduk yang dipasangkan di ruko Autopart tersebut, tidak pernah diketahui pihak pengelola, tapi mereka malah mendapatkan rekomendasi dari Dishubkominfo sejak 23 Juni 2016 lalu,” kata Harri.

“Seandainya persoalan ini harus dibawa ke jalur hukum kami akan lakukan, ” tegasnya

Menurut Harri, selama ini tidak ada pengelola parkir di BSD Autopart, yang ada hanya parkir liar.

“Dikarenakan selama ini kita harus menutupi biaya izin pengelolaan lahan kepada BSD yang sempat tertunggak. Maka diputuskan bahwa parkir harus dikelola untuk pemasukan biaya operasional,” kata Harri.

Harri menjelaskan mekanismenya pun dilakukan secara lelang, waktu itu ada 5 perusahaan yang ikut.

“Berdasarkan keputusan pedagang ruko BSD Autopart yang berjumlah sekitar 340, dan sesuai dengan kriteria yang diinginkan maka PT. SAS diputuskan untuk mengelola parkir di sini,” ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dishubkominfo Sukanta membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan bukan hanya rekomendasi tetapi izin parkir kepada pihak swasta untuk mengelola parkir di BSD Autopart.

“Tapi saya lupa nama perusahaan dan tanggalnya,” kata Sukanta pada saat acara penutupan TGIF 2016 di Puspiptek.

Ketika ditanya soal kapan lahan tersebut (BSD Autopart) telah diserahkan oleh BSD ke Pemerintah kota Tangsel. “Saya agak lupa tanggal penyerahan asetnya,” tandasnya. (YCR)