Beranda TOPIK UTAMA

Pasar Respon Positif, BI Apresiasi Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah

99
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adistyawara
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adistyawara

Jakarta, SUARA TANGSEL – Bank Indonesia mengapresiasi Paket Kebijakan Ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah dalam satu bulan terakhir, tiga Paket tersebut berturut-turut antara lain, paket pertama, 9 September, paket kedua, 29 September, dan paket ketiga, pada Kamis, 7 Oktober 2015, lalu. “Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah untuk terus melakukan reformasi di structural reform, dan kami juga melihat kebijakan di paket kedua yang untuk menambah suplai valas di pasar spot dan suplai  valas di pasar forward ini juga sudah berdampak positif kepada ekspektasi orang, dengan mulai menjual dolar-dolar yang mereka mungkin kemarin berspekulasi menumpuknya,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityawarman, kepada wartawan di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10) kemarin.

Mirsa menjelaskan, bahwa membaiknya situasi pasar keuangan dalam beberapa hari terakhir sebagaimana terlihat dari menguatnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS, merupakan gabungan dari faktor eksternal dan faktor domestik.

Faktor eksternalnya, jelas Mirza, adalah angka-angka ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan agak sedikit melemah,  terutama di angka unemployment-nya sehingga konsensus dari kenaikan suku bunga AS sekarang ini mulai bergeser. Yang tadinya dikhawatirkan kenaikannya mungkin bulan Oktober mungkin bulan Desember sekarang bergeser mungkin di kuartal satu bahkan mungkin di kuartal dua.

“Nah, ini membuat di pasar keuangan terjadi pembalikan ya beberapa investor, dan juga mungkin beberapa spekulan yang tadinya beli dollar lebih awal mereka melakukan cut loss di, di pasar keuangan. Ini juga terjadi di, di kita lihat di selain di Indoensia juga di Malaysia di negara-negara emerging market yang lain,” tutur Mirza.

Sementara faktor internal, menurut Deputi Gubernur Senior BI itu, tentu adalah respons positif pasar melihat dari komitmen pemerintah melakukan deregulasi. Ia menjelaskan, paket pertama, paket kedua, paket ketiga, memang disambut positif yang menunjukkan bahwa kita serius melakukan structural reform.

Nah, structural reform ini mulai dari pariwisata, juga dari bagaimana perizinan-perizinan di berbagai sektor, ini tentu dalam jangka menengah panjang akan menurunkan inflasi, dan juga dalam jangka menengah panjang akan menambah suplai valas di Indonesia,” kata Mirza.

Mirza juga menunjuk sambutan positif pasar atas paket kebijakan ekonoi pemerintah itu, selain pasar valuta asing rupiah yang menguat cukup signifikan tiga hari ini, juga  pasar obligasi negara yang menyambut sangat positif.

Yield obligasi negara yang rate-nya sempat naik mendekati 10% per hari ini sekitar 8,4%. Artinya, kalau rate-nya turun, ongkos pembiayaan pemerintah untuk membiayai APBN itu juga arttinya turun ya membaik,” pungkasnya. (RIS/EN/RAH/ES)