Beranda TOPIK UTAMA INTERNASIONAL

Para Pemimpin Dunia Hadapi Virus Korona demi Dialog Perdamaian di Asia

269
(From Left to Right) Former President of Albania Alfred Moisiu, Advisor to the President of Libya Dr. Fathi Noah, Former UN Secretary-General Ban Ki Moon, UPF Co-founder Dr. Hak Ja Han Moon, President Hun Sen of Cambodia, Vice-President Leni Lobredo of the Philippines (Photo credit: Graeme Carmichael)

Seoul, Korea Selatan, SUARA TANGSEL — Di tengah kepanikan dunia seputar wabah virus korona, 7.000 kepala negara, wirausaha, ilmuwan, media, dan pemuka agama berangkat menuju KINTEX Exhibition Center di Korea dari 3-5 Februari untuk menghadiri dialog perdamaian. Mereka menyumbangkan keahliannya demi menghadirkan berbagai solusi atas konflik yang terjadi di setiap lapisan masyarakat.

Universal Peace Federation (UPF) bertindak sebagai penyelenggara acara ini. UPF mendatangkan sosok-sosok terkemuka di industri selama 14 tahun terakhir. UPF ialah lembaga nonpemerintah yang menyandang status “General Consultative” di Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Didirikan Pendeta Sun Myung Moon dan Dr. Hak Ja Han Moon pada 2005, UPF merupakan jaringan global yang terdiri atas berbagai individu dan lembaga yang bertekad membangun perdamaian dunia dengan nilai-nilai spiritual dan moral universal.

Ajang ini dihadiri lebih dari 2.000 perwakilan pemerintah di tingkat nasional dan 5.000 perwakilan regional, parlemen, pemuka agama, media, ilmuwan, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Mereka berasal dari 171 negara dan berdiskusi tentang bagaimana cara untuk menjadi penjaga dunia yang lebih baik. Selain itu, mereka juga memperjuangkan solusi-solusi damai atas banyaknya permasalahan yang ditemui.

Dalam sesi pleno pembukaan, mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon memuji kiprah UPF yang menjalankan banyak program dan kegiatan inklusif untuk menyatukan berbagai orang dari beragam latar belakang dan keyakinan, serta mendorong resolusi damai terhadap tantangan dunia yang kompleks.

Newt Gingrich, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, mengakui keunikan ajang ini. “Lewat acara tersebut, kita sadar betapa terhubungnya kita semua. Kita terikat pada isu-isu bersama. Virus korona dan kebakaran hutan di Australia baru-baru ini menjadi peringatan bahwa kita membutuhkan sebuah gerakan kerja sama dengan cara-cara yang damai.”

Dr. Moon menyampaikan pidato dari Sang Pendiri ajang ini dan menyebutkan, langkah pertama yang diambil menuju perdamaian “ialah memahami esensi Tuhan dan mengikuti kehendak-Nya.” Dia menambahkan, “Cara untuk menyelesaikan masalah-masalah besar di dunia adalah dengan menjadi putra dan putri Tuhan yang berbakti, yakni kepada Orang Tua kita di Surga.”

Sejumlah pembicara ternama lainnya mencakup Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Wakil Presiden Filipina Leni Robredo, Wakil Ketua DPR Korea Lee Joo Young, serta sejumlah mantan kepala negara dan pemerintah, seperti Goodluck Jonathan asal Nigeria, Stephen Harper asal Kanada, Chūichi Date asal Jepang, Felipe Gonzalez asal Spanyol, Dominique de Villepin asal Perancis, Carl Bildt asal Swedia, Enda Kenny asal Irlandia, Enrico Letta asal Italia, serta José Manuel Barroso asal Portugal.

“Tanpa visi dari Ibunda Moon, kepemimpinan, dan komitmen besarnya—kasihnya kepada Tuhan, dan kecintaannya terhadap kemanusiaan—karya UPF sulit terwujud,” ujar Dr. Thomas Walsh, Chairman, UPF International.

Tindakan pencegahan khusus dilakukan demi menjamin keamanan dan kesehatan seluruh peserta acara. (1st/PRNewswire)