Beranda TOPIK UTAMA

Paparkan Kebijakan Pembangunan di Surabaya, Tri Rismaharini dapat Standing Applause

386
tri-risma-dapat-standing-applause

Setu, SUARA TANGSEL –  Memaparkan berbagai kebijakan tentang perkembangan dan kemajuan kota Surabaya dalam thematic special session 1 smart city development TGIF 2016, di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Kamis (22/9) siang, wali kota Tri Rismaharini dapat standing applause.

Menurut Tri Risma,  suhu panas kota Surabaya yang terjadi beberapa tahun sebelumnya, kini dapat diatasi. Salah satu penyebabnya adalah karena minimnya penghijauan dan terbatasnya taman kota.  Namun, setelah pemerintah kota melakukan perubahan besar- besaran dengan melakukan penghijaun di tiap sudut kota hingga perkampungan, “Alhamdulilah suhu panas kota Surabaya saat ini lebih rendah, kurang lebih ada tiga puluh taman aktif yang dilengkapi dengan perpustakaan, yang bisa manfaatkan warga kota Surabaya, ” tutur Tri Risma.

Selain itu, lanjut Tri Risma, saat ini di Surabaya hampir semua pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan E-Goverment.

Lanjut Tri Risma, “Kami sangat peduli dengan kesehatan masyarakat,  kalau dalam pelayanan kesehatan kota Makssar menggunakan Smart Card,  maka Surabaya cukup dengan jempol saja, sebab biasanya orang tua itu pelupa, maka hanya dengan fingerprint,  warga Surabaya sudah dapat menerima layanan kesehatan, dari ambulan gratis 24 jam,  hingga layanan kesehatan gratis, ” imbuhnya, diiringi gelak tawa dan standing aplause dari peserta session 1 smart city development TGIF.

Kata Tri Risma, “Terbayang tidak jika korban pingsan tidak dapat ditanya, maka jempol adalah sarana paling praktis saat mencari data korban.”

Dalam mengakses informasi atau data seluruh anggota masyarakat ,”Kota Surabaya menggunakan jempol untuk mengakses data tersebut,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan dalam setahun ada 3000 lokasi pembangunan saluran air dan trotoar dengan pola kebersihan, yaitu membangun saluran air di bawah jalan. “Di atasnya jalan, di bawahnya adalah saluran air, tingginya hingga 6 meter di bawah jalan, maka kami menyediakan pompa pompa air jalan yang lebih banyak sudah ada 36 kilometer yang dibangun selama saya memimpin, ” tandasnya.

Surabaya juga mengembangkan konsep urbanfarming atau kampung budi daya dalam pertanian. Dalam arti luas, pertanian urban mendeskripsikan seluruh sistem produksi pangan yang terjadi di perkotaan. Lahan yang digunakan bisa tanah tempat tinggal (pekarangan, balkon, atau atap- atap bangunan, pinggiran jalan umum, atau tepi sungai.

Dengan konsep ini,”Kami mampu menghasilkan 40 ton cabai tiap panennya di kampung budi daya terutama cabai made,  yang berlokasi di kampung Made Surabaya, ” terangnya.

Tri Risma juga menjelaskan ada 154 kelurahan, dan ada lebih dari 1000 perpustakaan, yang telah dibangun yang diberi nama tman bacaan masyarakat.

“Tidak hanya itu, broadband learning center juga kami adakan, yaitu penyediaan komputer dan WiFi di rumah susun, lingkungan masyarakat, termasuk sentra PKL di setiap  taman kota.  Saat ini ada sentra PKL pusat perkotaan, bahkan omzetnya ada yang mencapai 27 juta dalam sehari, ” terangnya.

Surabaya masih terus bebenah diri, sungai yang terlihat kumuh kini mulai menjadi tempat wisata dan taman-taman kota kami sebut taman prestasi kini menjadi tempat bercengkrama warga kota Surabaya.

Anak yatim,  orang cacat, fakir miskin diberi makan gratis,  tidak ada pengamen dan pengemis. Para pengamen juga sudah menerima gaji dari dua setengah juta hingga tiga juta rupiah  lewat karya-karya mereka, “tutup Rima, diiringi standing aplause dari peserta thematic special session 1 smart city development TGIF. (Hen)