Beranda BISNIS

Pandemi Jadi Momentum UMKM Maksimalkan Bisnis Digital

729

Tangerang, SUARA TANGSEL – Pandemi Covid-19 mengakselerasi transformasi digital untuk para pelaku bisnis, terutama di sektor Usaha Kecil Menengah (UMKM). Di sisi lain, ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai US$ 133 miliar atau sekitar Rp 1.995 triliun pada tahun 2025. Hal ini mendorong para pelaku usaha untuk dapat beradaptasi dengan dunia digital.

Mendukung sektor UMKM untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Tangerang. Melalui webinar online ini diharapkan UMKM di Indonesia, khususnya di Tangerang dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

“Sektor UMKM sudah harus dapat beradaptasi di dunia digital. Selain dipengaruhi oleh proyeksi ekonomi digital yang diperikarakan terus meningkat hingga 2025. Pandemi juga menjadi momentum pelaku usaha kecil menengah untuk go digital dan meningkatkan kompetensinya di dunia teknologi,” ujar Samsul Djamaludin, VP of Quality Assurance & Facility Management dalam webinar virtual pada Rabu (03/03/2021).

Menurut Septiana Syarif, GM Sales dan Marketing JNE Tangerang, sebagai mitra UMKM, JNE memiliki komitmen untuk membantu pelaku usaha untuk masuk ke ranah digital. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha dan jasa ekspedisi agar bangkit bersama menghadapi krisis pandemi.

“JNE sebagai mitra memiliki berbagai macam program pengembangan ilmu yang diperuntukan bagi pelaku UMKM mengembangkan kompetensinya di dunia teknologi, seperti pemberdayaan komunitas dan program digital marketing,” ujar Septiana.

Begitu banyak hal yang harus dipersiapkan bagi pelaku bisnis untuk terjun ke dunia digital. Alvin Joner, Founder Essenzo Indonesia yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, langkah awal sebelum masuk ke dunia digital adalah memperkenalkan produk ke target pasar. Selanjutnya, pelaku bisnis harus melakukan inovasi dan perbaikan kualitas produk agar dapat berkompetisi di dunia digital.

“Ketika kita masuk ke kompetisi bisnis, kalau kita tidak memikirkan digital strategi kedepan yang akan diterapkan pada usaha kita, hal itu justru akan menjadikan brand kita gampang terhantam ke kanan dan kiri. Disaat kita sudah memutuskan untuk memulai bisnis, tentukan timeline secara matang dari awal hingga ke tahap penghujung di mana produk kita sudah mulai dikenal oleh pasar,” ujar Alvin.

Pelaku UMKM juga didorong untuk kreatif dan mengikuti tren. Rena Octavia, owner Tangkapseni mengatakan, inovasi dengan menghadirkan diversifikasi pada produk dapat mengembalikan demand pada produk. Inovasi tersebut juga harus diimbangi dengan melakukan pemasaran pada media sosial atau marketplace.

“Saat dihadapkan dengan pandemi, kami memberanikan diri untuk berinovasi dengan mengeluarkan masker kain dengan kualitas bagus dan desain kreatif bertemakan kebijakan pemerintah yaitu protokol kesehatan. Hal ini menjadikan demand produk meningkat dari yang awalnya hanya 3 lusin, 200 hingga 1000 item. Penjualan juga kami fokuskan pada media sosial ataupun e-commerce,” pungkas Rena.

Sebagai informasi, Tangerang merupakan kota keenam dari gelaran webinar JNE Ngajak Online.

Muhammad Deni