Home / BUDAYA / HIPSI TANGSEL / PAGELARAN SENI BUDAYA BANTEN DIGELAR MALL ALAM SUTERA

PAGELARAN SENI BUDAYA BANTEN DIGELAR MALL ALAM SUTERA

20141018-A2 PAGELARAN SENI BUDAYA BANTEN DIGELAR MALL ALAM SUTERA-2

ST.COM KOTA TANGERANG SELATAN – Kenalkan seni dan budaya Banten, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama dengan media Tangsel Pos, Satelit News dan Mall @Alam Sutera Tangerang Selatan mengadakan gebyar seni budaya Banten melalui pagelaran pertunjukan kesenian khas Banten di antaranya kesenian debus, cukin dan 17 kesenian Banten lainnya.


Pagelaran seni tersebut akan berlangsung selama 2 hari. Secara resmi pembukaan gelar seni budaya Banten dilakukan oleh Plt.Gubernur Banten-H.Rano Karno di halaman parkir Mal @Alam Sutera Kota Tangerang Selatan, Sabtu (18/10/2014).

Plt.Gubernur menginformasikan bahwa ada potensi sebanyak 1.600 lebih ciri khas kebudayaan Banten dan hampir 800 sanggar kesenian yang tersebar di beberapa daerah di Banten ikut mengelola dan berpartisipasi melestarikan kebudayaan Banten yang menjadi kekayaan yang sangat luar biasa, jika dikemas dengan baik tentu akan memberikan hal yang menguntungkan bagi Provinsi Banten.

Ia mengakui bahwa pelestarian kebudayaan ini sudah menjadi salah satu tugasnya dalam menjaga identitas Banten. “Bagi saya walau kegiatan gebyar tidak terlalu meriah dan mungkin hanya dihadiri kurang dari seribu orang tetapi sangat berarti minimal untuk upaya mempromosikan identitas Banten” ungkapnya.

Ia juga menerangkan bahwa mall Alam Sutera ini banyak dikunjungi kalangan sosial menengah ke atas yang banyak berdomisili penduduk dari Ibukota. “Kita berharap dengan gebyar seni budaya Banten di Alam Sutera ini selain bertujuan melestarikan kesenian Banten juga dapat menginformasikan kepada masyarakat bahwa mall Alam Sutera ini termasuk administratif wilayah Banten” terangnya.

Pelestarian budaya juga merupakan salah satu tugas pemerintah dalam menjaga identitas kebantenan yang cenderung terkikis budaya hedonis sebagai konsekuensi pembangunan yang memang dibutuhkan masyarakat.

“Saat ini yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana caranya melanjutkan pembangunan yang seimbang dan dirasakan masyarakat dengan tetap dapat mempertahankan kearifan lokal” jelasnya.

Kepala Disbudpar Provinsi Banten-Endrawati mengungkapkan bahwa dilatarbelakangi keinginan mengangkat potensi kekayaan budaya Banten yang khas yang tersebar di sejumlah kab/kota.

“Pemerintah mempunyai kewajiban dalam melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan potensi seni budaya dalam hal ini tugas pemerintah sebagai pelestari yang juga merupakan kewajiban semua elemen masyarakat” terang Kepala Disbudpar.

Ia juga melaporkan kegiatan ini untuk pertama kali digelar yang diadakan dalam rangka mensukseskan peringatan Hari Jadi Provinsi Banten ke-14. Menurutnya saat ini warisaan budaya Banten yaitu debus, ubrug dan silat Banten telah ditetapkan sebagai warisan nasional budaya Banten non fisik.

“Dangan penetapan tersebut ke depan konsekuensi pemerintah harus dapat menganggarkan dana pembinaan dan kewajiban mementaskan seni budaya di tiap pemerintahan kab/kota” katanya.

Selain memeriahkan Hari Jadi Provinsi Banten ke-14, melalui kegiatan gebyar 20 jenis seni budaya Banten juga untuk meningkatkan kunjungan wisata bahkan untuk meningkatkan jumlah kedatangan investor ke Banten.

Pemprov Banten pada tahun depan akan mengusulkan juga kekayaan kuliner Banten untuk ditetapkan sebagai kekayaan non fisik kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan berharap sinergitas antara kab dan kota dalam mempromosika seni dan kebudayaaan Banten.

Walikota Tangerang-Arif R.Wismansyah menyampaikan dalam dialognya dengan pengunjung berharap melalui kegiatan gebyar seni dan budaya ini diharapkan menjadi khasanah tersendiri bagi kebanggaan warga Banten dan dapat dipetik manfaatnya bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pelestarian kebudayaan.

Dalam acara gebyar kesenian dan budaya Banten ini juga dikolaborasikan pertunjukan seni modern dari yayasan sekolah internasional Jerman (Jerman International School) BSD.

suaratangsel.com