Beranda PENDIDIKAN

Optimisme Usai Covid-19: Kesempatan Emas Untuk Anak Muda Berkarya dan Berinovasi

817

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL –  Sekolah Internasional Sinarmas World Academy (SWA) menyelenggarakan secara gratis seminar daring (webinar) dengan tema “Surviving Covid-19: Business Innovations & Economic Optimism”, pada tanggal 24 Juli 2020 melalui aplikasi Zoom and Youtube live.

Dalam acara webinar ini, SWA mengundang Dr. Peter Jacobs selaku Executive Director Bank Indonesia sebagai pembicara utama. Acara webinar ini diperuntukan publik, terutama anak murid agar dapat membuka wawasan dan paradigma berpikir.

Bisnis merupakan salah satu cabang pembelajaran di SWA, dan sebagai upaya sekolah dalam menginspirasi, dan memperkaya pengetahuan komunitas SWA, sekolah mengadakan acara webinar bisnis ini. Deddy Djaja Ria selaku General Manager SWA menjelaskan bahwa penyelenggaraan webinar ini sangat penting untuk membangun harapan dan optimisme di masyarakat, khususnya murid.

“Kita mempunyai tanggung jawab mempersiapkan anak-anak untuk menjadi problem solver di masa hidup mereka karena tantangan hidup akan selalu menjadi lebih berat dan sulit dimasa yang akan datang” tambahnya.

Dalam webinar tersebut, Dr. Peter menjelaskan bahwa meski dengan melemahnya Economic Growth, maka tingkat pengangguran dan kemiskinan akan naik. Akibat wabah Covid-19, pertumbuhan GDP Indonesia untuk tahun 2020 diperkirakan bisa turun hingga -0.4%. Jika hal ini terjadi, maka jumlah penganggur akan bertambah 5,23 juta orang, dan jumlah orang miskin akan bertambah 4,86 juta selama 2020.

Meskipun demikian, kita harus berbesar hati dan positif, karena Indonesia masih dianggap pasar yang menarik. Menurut Dr. Peter, nilai tukar rupiah terbilang kuat dan stabil, tingkat inflasi yang rendah, dan current asset deficit (CAD) dibawah 2% menandakan Indonesia memiliki posisi yang cukup aman. Net inflow kuartal 1 2020 Indonesia mencapai USD10,2 milyar, yang menandakan Indonesia masih menjadi pilihan asing dalam berinvestasi. Hal ini menjadi fondasi untuk optimisme perkembangan ekonomi Indonesia.

Dr. Peter juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia akan bekerjasama dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara, salah satunya dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai anggaran sektor kesehatan, perlindungan sosial, kementerian dan lembaga pemerintah sektoral serta lokal. Selain itu, Bank Indonesia juga dalam upaya mempercepat digitalisasi sistem pembayaran.

Dr. Peter lanjut menjelaskan bahwa saat ini, kita perlu untuk fokus di masa yang akan datang, dan bertanya “what’s next”. Wabah Covid-19 ini akan mengubah ekosistem kehidupan kita, mendorong dunia untuk Go Digital, dan pada saat inilah sumber daya manusia yang inovatif menjadi kebutuhan utama.

“Lapangan pekerjaan ke depan akan sangat berubah, itu sebab anak muda sudah harus mempersiapkan diri sejak dini menghadapi persaingan yg unik ke depan. Go digital dan be more creative and innovative. Jika tidak, mereka tidak akan mampu menangkap kesempatan yang tersedia” tambahnya.

Beberapa contoh inovasi digital yang diangkat Dr. Peter dalam paparannya, seperti jasa pemesanan online untuk sayur, press-conference daring untuk peluncuran produk, dan jasa pengiriman barang melalui aplikasi handphone.

“Orangtua harus sadar pentingnya anak-anak sadar teknologi untuk dapat bersaing di masa depan, gunakan teknologi karena itulah masa depan” tambah Dr. Peter.

Dr. Peter menekankan bahwa situasi sulit saat ini mengingatkan anak muda untuk berkarya untuk dunia dan bukan hanya untuk pribadi sendiri.

“Peran pendidikan sangat diperlukan dalam membimbing anak-anak untuk tidak hanya memperkaya diri, tapi juga untuk berkontribusi pada dunia dan sekitarnya” tambah Dr. Peter.

Contoh nyata bisa diambil dari tiga murid SWA, Rania, Chris dan Leon yang mengimplementasikan pengembangan digital dengan inovasi yang memiliki dampak sosial. Rania dengan inovasinya dalam menggunakan jamur untuk mengubah plastik menjadi produk biodegradable yang dapat digunakan dalam aktivitas pertanian, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif; Chris dengan inovasinya dalam membuat plastik bekas sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik; dan Leon yang membuat aplikasi IOS untuk preservasi bahasa Jawa kuno atau aksara kawi.

Inovasi anak muda seperti ini yang dapat bersaing di masa depan dan membuat perubahan signifikan di dunia. Rania, Chris, dan Leon memenangkan pendanaan internasional senilai $30,000 untuk inovasi yang mereka lakukan. 

Meski ekonomi dunia sedang tidak menentu, tapi penting untuk kita mempunyai optimisme dan harapan.

“Masyarakat perlu memahami situasi saat ini secara positif dan berperan aktif untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia khususnya di era pandemi ini. Penting untuk disadari bahwa masa-masa sulit sekarang akan membuat kita lebih kuat dan lebih maju lagi.  ” pesan Dr. Peter Jacobs kepada seluruh masyarakat, terutama anak muda di Indonesia.

Muhamad Deni