Beranda TOP TANGSEL PEMKOT TANGSEL

Meski Minim Alat, Pemkot Tangsel Tak Kendor Cegah Penyebaran Corona Virus

136
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie saat memimpin langsung penyemprotan cairan disinfektan di titik keramaian di Serpong Utara, Senin, 23/3/2020. Foto: Istimewa

SERPONG UTARA, Suaratangsel.com – Saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih kekurangan alat untuk menyemprotkan cairan disinfektan. Namun demikian kami  kendor dan akan terus lakukan penyemprotan cairan disinfektan guna mencegah penyebaran corona virus, kata Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie di Serpong Utara, Senin, 23 Maret 2020.

“Saat ini kita memang kesulitan untuk mencari alat semprotnya, kita masih perlu lagi tambahan. Sekarang baru ada 13 alat semprotnya yang semuanya dimiliki oleh Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Benyamin, pihaknya akan menambah alat untuk menyemprotkan cairan disinfektan sebanyak 50 sampai 100 dari penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Asal ada alatnya dan banyak itu bagus, karena dari Pemkot sudah ada penyesuaian anggaran yang bisa dibelanjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel dengan penanganan status tanggap darurat ini,” ujarnya.

Benyamin juga mengatakan saat ini, pemerintah kota Tangsel menetapkan status tanggap darurat untuk menangani meluasnya virus corona.

Petugas terus bersemangat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di titik keramaian di Serpong Utara, Senin, 23/3/2020. Foto: Istimewa


Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengkonfirmasi, warga yang positif  covid-19 bertambah dua orang sehingga totalnya sudah delapan orang per tanggal 23 Maret 2020.

Sementara dari Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dikatakan bahwa, “Warga yang terkonfirmasi positif covid-19 bertambah dari enam menjadi delapan,” kata Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Tangerang Selatan, Tulus Muladiyono.

Ditambahkannya, untuk orang dalam pemantauan (ODP) tercatat ada 144 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 66 orang. Lalu yang dinyatakan meninggal empat orang.

Wartawan: Deni/Herman/Ochit

Editor: Iskandar P Hadi