Beranda OPINI

Merenungi Idul Adha, Memanusiawikan Manusia, PGR Berbagi Qurban Kepada Kaum Dhuafa

302

Graha Raya, SUARA TANGSEL – Ada atmosfer yang hilang dalam perayaan hari besar umat Islam Idul Adha 1442 H kali ini. Di tengah teror Global Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Corona Virus Disease 2021 di Wilayah Jawa dan Bali.

Tentu hal ini membuat Umat Islam di Indonesia merayakan ritualitas Idul Adha dalam suasana yang berbeda, tidak bisa mudik, pelaksanaan ibadah sholat Idul Adha pun dibatasi, dan tidak bisa menunaikan Ibadah Haji ke tanah suci.

Suasana Idul Adha yang berbeda, dengan berbagai aktivitas yang dibatasi ini adalah merupakan dampak dari wabah pandemi Virus Covid-19 yang sudah berjalan mendekati 2 tahun lebih.

Qurban dalam terminologi Islam jika diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia artinya dekat atau mendekatkan. Akar kata Qurban berasal dari bahasa Arab yakni, Qariba, Qurban dalam ajaran Islam disebut juga dengan al – udhhiyyah, dan adh-dhahiyyah, yang memiliki arti hewan sembelihan (unta, sapi, kerbau, dan kambing) yang disembelih pada hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqaarrub.

Mendekatkan diri kepada Allah SWT, menurut kamus etimologi, Qurban memiliki arti harta abadi, artinya ritualitas berqurban akan menjadi tabungan investasi yang dapat menolong umat Islam di akhirat nanti.

Dari perspektif sosial, Idul Adha merupakan momentum untuk berbagi, dalam hal ini Qurban bermakna horizontal, merawat relasi antar manusia dalam diskursus kemanusiaan, mendekatkan diri kepada Allah dengan merawat kepedulian sosial dan meningkatkan empati dalam dimensi kemanusiaan. Disitu ada semacam proses menebar kebahagiaan kepada sesama, terutama terhadap kaum dhuafa, sebuah proses memanusiawikan manusia.

Esensi Qurban di tengah pandemi Covid-19 adalah membangun jembatan tauhid sosial untuk lebih dekat lagi bukan saja kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, tetapi meningkatkan perhatian kepada kaum fakir miskin yang hidupnya semakin sulit dan penuh tekanan akibat merebaknya corona virus.

Merayakan Idul Adha di tengah pandemi bukan semata melaksanakan ibadah harfiah yang berlangsung secara kontinyu pada setiap tahunnya, melainkan merenungi kemanusiaan di ruang keilahiaan.

Pada perayaan Idul Adha 1441 H kali ini, Paguyuban Graha Raya (PGR) Bintaro, Tangerang Selatan akan memotong hewan Qurban pada hari tasyriq, Kamis tanggal 22 Juli 2021 berupa 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing, berlokasi di Pakuhaji Permai yang akan dihadiri oleh Ketua Umum PGR, Wakil Ketua, Para Ketua PGR serta Dewan Pengurus PGR dan Ketua RW.

Adapun hasil dari pemotongan hewan Qurban tersebut akan didistribusikan untuk kaum dhuafa yang berada di wilayah perkampungan sekitar Graha Raya, Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Semoga Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 tidak menggerus kekhusyukan umat Islam dalam melaksanakan ibadah Qurban sekalipun PPKM Darurat masih diberlakukan.

Mari sama-sama rapatkan shaf dalam satu barisan empati kemanusiaan, berkontribusi untuk persoalan-persoalan sosial, sekalipun pandemi membuat kehidupan kita dalam tekanan, tetapi nyala api kepeduliaan untuk berbagi kepada sesama yang hidupnya tersingkir dari gemerlap zaman harus terus dikobarkan.

Penulis: Rekno Riyanto (Ketua Paguyuban Graha Raya)