Beranda BUDAYA

Menyambut Tahun Baru 1443 H, DKM Baiturahman Fedora Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

374

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Dalam suasana yang penuh keprihatian akibat pandemi Covid-19, Dewan Kepengurusan Masjid (DKM) Baiturahman Fedora bekerja sama dengan Majelis Taklim Baiturahman Fedora yang dimotori oleh kelompok pengajian yang digerakkan oleh kaum Ibu di Cluster Fedora, Graha Raya, Bintaro Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyelenggarakan acara santunan anak yatim dan dhuafa, pada Rabu (11/8).

Ust. Abdul Rohim yang hadir dalam acara santunan anak yatim dan dhuafa tersebut, dirinya memberikan tausiyah tentang keutamaan menabur cinta dan kasih sayang kepada sesama, khususnya anak yatim dan dhuafa.

Acara santunan tersebut juga turut dihadiri langsung oleh Ketua DKM Baiturahman H. Agus Maulana beserta jajaran pengurus, Ketua Majelis Taklim Ibu Sundus Wahidah, Ketua Paguyuban Graha Raya (PGR) yg sekaligus Ketua RW di Cluster Fedora, Rekno Riyanto, jajaran pengurus RT Cluster Fedora dan warga di lingkungan Fedora.

Menurut Ketua DKM Baiturahman, kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa ini rencananya akan dilaksanakan yaitu setiap satu (1) bulan sekali, dan akan diadakan pada setiap hari Sabtu, di Minggu ke 2. 

Memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa tidak akan mengurangi harta, bahkan sebaliknya akan menjadi keberkahan tersendiri bagi umat Islam yang rajin bershodaqoh.

“Dengan rutin setiap bulan mengadakan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, semoga jamaah Masjid Baiturahman Fedora beserta keluarganya dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan dalam kehidupan anak yatim dan dhuafa,” ujar Bendahara DKM, H. Edy Suwarno.

Rekno Riyanto Ketua Paguyuban Graha Raya (PGR) dalam keterangannya menjelaskan, sekalipun kondisi perekonomian rakyat di tengah serangan Covid-19 sedang turun drastis sampai ke titik nadir, namun hal itu tidak lantas harus menutup mata, menumpulkan daya sensitivitas terhadap empati kemanusiaan dan persoalan-persoalan sosial di sekitar lingkungan terdekat.

Untuk itu dirinya menegaskan, untuk memahami esensi kemanusiaan yang beradab dan keadilan sosial, tentunya harus dimulai dengan merawat kesadaran kolektif serta memberikan perhatian dan bantuan secara kontinyu kepada kaum marginal.

“Karena perut yang lapar tidak bisa dijawab oleh pidato politik dan retorika belaka,” pungkas Rekno Riyanto.

Muhamad Deni