Beranda OPINI

Menjaga Stabilitas Mental Anak Selama Pandemi Covid-19

317
Kelas Sains Online Sinarmas Worid Academi - Interaksi Sesuai Umur

Semenjak dunia dinyatakan darurat pandemi Covid-19, masyarakat dihimbau untuk menghindari keramaian demi mengurangi penyebaran virus. Kegiatan bersekolah dan perkantoran mulai dilakukan dari rumah, secara online. Kehidupan yang selama ini bising hilir-mudik di luar, seakan-akan bergeser ke dalam sempitnya layar; komputer, smartphone ataupun televisi.

Sebagai seorang dewasa yang sadar betul akan peran dan tanggung jawabnya di masyarakat, tentu mengerti kepentingan pembatasan fisik yang diberlakukan saat ini. Namun, apakah hal yang sama dimengerti oleh anak anak kita? Apakah mereka mengerti alasan dibalik tidak diperbolehkannya bertemu kakek nenek mereka atau teman teman mereka?

Di saat kita mulai sadar bahwa pembatasan fisik ini dapat berdampak kepada mental dan emosi kita, sebagai orang dewasa, kita dapat menyeimbangkan hidup dengan kegiatan spiritual seperti meditasi. Tapi bagaimana dengan anak kita? Apakah situasi ini akan berdampak kepada perkembangan emosi dan mental mereka? Berikut adalah beberapa cara untuk kita sebagai orang tua dapat memastikan perkembangan tetap seimbang dan maksimal.

1. BERI PENGERTIAN COVID-19 DENGAN JUJUR DAN APA ADANYA

Mulailah dengan bertanya, dan mencari tahu seberapa jauh anak merasakan perubahan dalam kesehariannya. Mulai jelaskan tentang mengapa perubahan yang dilakukan itu penting dan apa yang mungkin terjadi apabila perubahan yang dirasakan tidak dilakukan. Perhatikan selalu gaya bahasa yang digunakan positif dan tidak condong menakut-nakuti.

Dalam memberi pengertian, pastikan fakta yang digunakan merupakan fakta dari sumber yang terpercaya, dan penting untuk mengolah fakta tersebut menggunakan kalimat sederhana yang gampang dicerna oleh si kecil. Tanamkan kepada anak untuk aktif bertanya, dan mencari tahu bersama apabila ada situasi yang tidak dipahami.

Di sekolah Sinarmas World Academy sendiri, guru pra-sekolah sudah menjelaskan tentang situasi COVID-19 kepada anak muridnya, dan berkomunikasi dengan orang tua dalam menyamakan penyampaiannya.

2. PEMBAWAAN DIRI YANG POSITIF DAN SEMANGAT

Anak sangat tanggap dalam membaca emosi orang tua dan lingkungan sekitarnya. Sangat penting untuk si kecil mengerti bahwa perubahan yang terjadi tidak merubah orang tua mereka secara emosi dan perilaku. Orang tua harus tetap menjaga energi positif saat beraktivitas sehari-hari, karena energi tersebut yang akan ditangkap oleh anak.

Orang tua dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan kepentingan dan tanggung jawab individu dalam sebuah komunitas; bagaimana peran masing-masing dari kita dapat secara langsung berdampak pada virus ini.

Dengan anak sadar peran penting yang dia miliki, hal itu dapat membangkitkan semangat anak dalam memerangi virus bersama sama dengan orang dewasa lainnya; gunakan kesempatan ini untuk membangun nilai global citizenship pada si kecil.

3. PERKAYA DIRI DENGAN ILMU PARENTING

Salah satu pesan penting dari UNICEF untuk orang tua disaat pandemi ini adalah untuk memperluas ilmu parenting. Hal ini menjadi sorotan UNICEF karena orang tua mengambil peran guru untuk si kecil, dan tanpa pengetahuan yang cukup, maka hal tersebut akan berdampak pada perkembangan dan emosi anak.

Di saat seperti ini, orang tua dituntut untuk dapat menggunakan gadget, menjawab pertanyaan anak, dan menerapkan disiplin dalam rutinitas. Memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, namun diperlukan.

Bukan berarti semua harus dilakukan sendiri, perlu diingat bahwa seluruh orang tua di dunia sedang menghadapi kesulitan yang sama; carilah komunitas positif yang bisa berbagi informasi penting mengenai parenting.

Ambil saja contoh, sekolah Sinarmas World Academy (SWA) mengadakan online counselling gratis untuk publik yang ingin tahu bagaimana cara sehat menata rutinitas disaat work-from-home dan home-learning sedang diterapkan ini. Fasilitasi dan informasi ini dapat dilihat melalui instagram sekolah @swa-jkt.

4. PERBANYAK KEGIATAN BERSAMA

Salah satu hal yang perlu diingat adalah dengan terjadinya pembatasan fisik ini, interaksi sosial anak menjadi sangat minim dan terbatas.

Interaksi utama anak bersama orang-tuanya menjadi krusial. Gunakanlah kesempatan ini untuk melakukan kegiatan positif bersama, seperti eksperimen sains, gerakan tarian dan nyanyian, memulai prakarya seni atau bahkan bisa mencoba hal hal baru seperti masak bersama dan belajar bercocok tanam.

Meskipun banyak kegiatan yang tidak dapat dilakukan di saat pandemi ini, lebih banyak lagi hal yang dapat dieksplorasi bersama. Sering sekali keberadaan gadget menjadi penyelamat orang tua disaat menghadapi anak, namun perlu diingat penggunaan gadget berlebihan dan tanpa pengawasan memiliki dampak buruk dalam perkembangan anak.

Saran kepada orang tua untuk selalu menetapkan batas penggunaan gadget, dan pastikan ada orang dewasa yang mensupervisi anak selama sesi online. Sebagai contoh apabila anak menonton video musik, dapat diimbangi dengan gerakan fisik seperti menari dan bernyanyi bersama sama.

5. IKUTI KELAS ONLINE DENGAN TEMAN YANG SEPANTARAN

Mengacu kepada jurnal Dale F. Hay, Phd dari Cardiff University, Inggris, interaksi teman sebaya (peer relations) sangat penting dalam pembangunan karakter, perkembangan emosi dan mental anak.

Memang di masa pembatasan fisik ini, menjadi tantangan sendiri untuk adanya interaksi teman sebaya anak, namun hal ini perlu diperhatikan karena di masa-masa pertumbuhannya, interaksi yang didominasi hanya dengan orang dewasa memiliki dampak negatif.

Apabila anak anda sudah bersekolah, besar kemungkinannya akan ada pelajaran online dari sekolah. Gunakanlah kesempatan tersebut untuk berinteraksi dengan teman kelasnya. Anak pada awalnya akan memerlukan waktu beradaptasi dengan cara komunikasi online, disinilah orang-tua bisa membantu dan memberi contoh.

Selain berinteraksi dengan teman yang sudah di kenal, akan sangat baik untuk bisa mengikuti kelas online baru dan berkenalan dengan teman-teman baru yang sebaya. Ada banyak kelas online anak-anak yang bermanfaat, sekolah Sinarmas World Academy (SWA) menawarkan kelas online gratis untuk kegiatan musik, kesenian, dan sains untuk anak mulai umur 2 tahun sampai 10 tahun.

Setiap kegiatan dipandu oleh guru yang berpengalaman dan menekankan interaksi dengan semua anak yang berpartisipasi. Untuk informasi lengkap mengenai kelas online bisa dilihat di instagram sekolah @swa-jkt. Dengan beberapa kiat diatas, kita sebagai orang-tua bukan hanya menjaga kesehatan fisik si kecil, namun juga memastikan perkembangan anak stabil secara mental dan emosi, meskipun banyak perubahan yang terjadi dalam keseharian. Selalu ingat untuk menjaga kesehatan sekeluarga. Semoga ini bermanfaat.

Penulis:
Danny K. Tania, DISE, M.P & Laurensia Lindi, M.Psi, Psi
(Konselor Sekolah Sinarmas Worid Academy)