Home / RESENSI / BUKU / Mengupas Kajian Islam Kontemporer Melalui Karya Dr Hasani Ahmad Said MA
cover-buku-studi-islam

Mengupas Kajian Islam Kontemporer Melalui Karya Dr Hasani Ahmad Said MA

Judul Buku  :  Studi Islam I Kajian Islam Kontemporer
Penulis  :  Dr Hasani Ahmad Said, MA
Penerbit  :  PT RajaGrafindo Persada
Tahun Terbit    :  Juli 2016
Jumlah Halaman  :  xxvi + 294 halaman
Jumlah BAB    :  12 bab
Dimensi (PxL)    :  23 cm x 15,5 cm
Teks      :  Bahasa Indonesia
Harga    :  Rp 85.000
Resentator    :  Ade Rizki Avllia Putri *)

 

Agama merupakansalah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat, agama juga menjadi wujud penguat kehidupan dan alat untuk menganalisa realita sosial yang dinamis. Karenanya, untuk memaknai kondisi tersebut Dr Hasani Ahmad Said, MA, dalam bukunya Studi Islam I Kajian Islam Kontemporer mencoba mengupas berbagai masalah yang melingkupi dengan perspektif yang normatif, filosofis dan rasionalis.

Hasani Ahmad Said, yang merupakan dosen tetap di UIN Jakarta sejak tahun 2011 sekaligus seorang doktor terbaik yang mengampu mata kuliah Tafsir Ekonomi dan Studi Islam telah membuat karya yang dapat menjadi salah satu rujukan untuk merespon fakta atau kenyataan tersebut. Dalam bukunya, Studi Islam I Kajian Islam Kontemporer penulis mengupas beragam materi mendalam mengenai studi Islam dengan dua belas bagian atau bab.

Pada bab pertama, Studi Islam dan Ulumul Qur’an Menyoal Perdebatan Munasabah Al Qur’an penulis menggambarkan tentang kepentingan munasabah yang dijelaskan sebagai ilmu tentang keterkaitannya antara suatu surat/ayat dengan surat/ayat lainnya sebagai alat yang mempermudah pemahaman Al Qur’an. Penulis juga menggambarkan pendapat para ulama Al Qur’an mengenai munasabah Al Qur’an berupa penyusunan surat dalam Al Qur’an berdasarkan 3 pendapat yaitu taufiqi, ijtihad, serta taufiqi dan ijtihad. Selain pendapat dalam penyusunan Al Qur’an, penuls juga menghadirkan uraian pendapat-pendapat para tokoh agama mengenai penafsiran Al Qur’an, seperti Al Zarkasyi dan M. Quraish Shihab.

Pada bab ke dua, Studi Islam dan Kajian Hadis: Wacana Pemahaman Hadis Misoginis, Menggali Akar Sosio-Kultural, penulis menjelaskan tentang pentingnya pemahaman hadis misoginis dalam merespon keadaan di mana banyak kalangan yang mengartikannya sebagai hadis yang mendeskriminasi hak asasi yang dimiliki wanita. Dalam karyanya, Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. memberikan penjelasan arti penting hadis serta memberikan analisis pada beberapa hadis misoginis yang kontroversial seperti hadis tentang wanita diciptakan dari tulang rusuk, hadis tentang kesetaraan laki-laki dengan perempuan sebagai hamba, hadis tentang perhiasan adalaha istri yang shalehah, hadis tentang wanita adalah aurat dan hadis tentang pemimpin perempuan.

Pada bab ke tiga, Studi Islam dan Kajian Fikih Waris Perspektif Jender penulis memberikan materi mengenai kajian hokum waris. Penulis mendefinisikan bahwasanya hukum kewarisan Islam merupakan hukum yang mengatur tentang peralihan kepemilikan harta seseorang yang telah meninggal kepada orang yang masih hidup yang mencangkup segala sesuatu yang berkaitan dengan harta warris, penerima harta waris, pembagian harta waris, waktu serta cara pengalihannya. Selain itu, penulis juga memberikan ulasan berupa dasar-dasar hukum waris dalam Al Qur’an, makna bias gender dan urgensi hukum waris dalam Islam yang mendukung serta memberi pemahaman mengenai konteks keadilan dalam agama Islam tentang kajian warisan yang mana pembagian dalam harta waris sesuai dengan hak dan tanggung jawab yang dimiliki penerima harta tersebut.

Pada bab ke empat, Studi Islam dan Tasawuf: Menyikapi Dimensi Rohani Manusia penulis menggambarkan dimensi rohani pada manusia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan karena hal tersebut mempengaruhi keseimbangan akhlak seseorang. Dalam buku ini, dimensi rohani difokuskan kepada empat titik utama yakni hati (qalb), roh (roh’), akal (aql) dan nafsu (nafs). Keempat titik focus atau poin tersebut perlu dipelajari atau dipahami manusia, karena memiliki pengaruh yang kuat dalam kedudukan manusia secara terhormat ataupun hina.

Pada bab ke lima, Studi Islam dan Kajian Ekonomi Syariah penulis mengingatkan pembaca untuk menyadari peran ajaran Islam dalam mengatasi kondisi krisis ekonomi dengan  bank syariah sebagai contoh dari praktik bisnis atau organisasi yang memiliki system yang sesuai syariah atau ajaran Islam. Dengan konsep laba yang sangat minim atau lebih kecil dari bank konvensional, bank syariah tidak terkena dampak yang begitu serius ketika krisis ekonomi terjadi. Selain itu, penulis juga memaparkan system lainnya yang menjadi keunggulan bank syariah berupa prinsip titipan, prinsip bagi hasil, prinsip jual beli, prinsip sewa dan prinsip jasa. Kemudian penulis juga mengemukakan beberapa cara guna membumikan ekonomi syariah di Indonesia yang memiliki masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan.

Pada bab ke enam , Studi Islam dan Filsafat dalam Pendekatan Agama, penulis memberikan penjelasan mengenai makna filsafat ilmu serta posisinya dalam pendekatan agama. Dalam memberikan definisi mengenai makna dari filsafat ilmu penulis mengutip definisi-definisi dari para tokoh ternama, seperti A. Cornellius Benjamin dan Conny Semiawan. Dari definisi tokoh tersebut penulis pun menyimpulkan bahwa filsafat ilmu adalahpenyelidikan tentang ciri-ciri mengenai pengetahuan ilmiah dan cara-cara memperoleh pengetahuan tersebut. Dalam bab ini penulis juga menegaskan bahwa filsafat dan agama adalah dua hal poko yang berbeda. Namun, di sisi lain penulis juga memberikan beberapa uraian bahwasanya filsafat memiliki peran yang cukup penting dalam agama berupa filsafat merupakan seni pemakaian nalar secara tepat dan bertanggung jawab yang membantu dalam memastikan arti wahyu dalam agama, memberikan pelayanan kepada ilmu yang mencoba mensistematisasikan, membetulkan dan memastikan ajaran agama sesuai dengan wahyu, membantu agama dalam menghadpi masalha baru, membantu merumuskan pertanyaan-pertanyaan kritis yang menggugah agama yang mengacu pada hasil ilmu pengetahuan dan ideology-ideologi sesuai zaman.

Pada bab ke tujuh, Studi Islam dan Pendidikan Berbasis Al Qur’an ini penulis mengulas materi dengan dua variable utama, yaitu pendidikan dan Al Qur’an yang menjadi kesatuan dari materi pendidikan yang berbasis Al Qur’an. Penulis juga mengulas makna tafsir Al Qur’an yang juga menjelaskan bahwasanya Al Qur’an merupakan kalam Allah yang menjadi pedoman hidup bagi manusia. Kemudian penulis juga mengulas peran Al Qur’an yang sangat penting dalam pendidikan. Penulis juga mengutip metode utama pendidikan yang berbasis Al Qur’an menjadi tiga, yaitu metode Al Hikmah (bijaksana), metode Al Mauizhah Al Hasanah (pesan moral yang baik) dan metode Al Mujadalah (berdebat dengan elegan).

Pada bab ke delapan, Studi Islam dan Potret Tafsir Nusantara, penulis banyak menggambarkan tentang berbagai karya tafsir para tokoh agama. Penulis mendetailkan materi mengenai posisi atau kedudukan Tafsir Al Misbah karya M. Quraish Shihab dengan Tafsir Nusantara yang dibatasi pembahasaanya pada karya Imam Nawawi Al Jawi, karya Hamka dan karya Departemen Agama. Dalam bab ini penulis juga menyimpulkan bahwasanya M. Quraish Shihab memiliki perhatian yang lebih besar terhadap kajian munasabah dan menjadikannya sebagi prioritas dalam karyanya dibandingkan pada Tafsir Marah Labid karya Imam Nawawi Al Jawi, Tafsir Al Azhar karya Hamka dan Tafsir Departemen Agama.

Pada bab ke Sembilan, Studi Islam dan Tafsir Kontemporer Atas Pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd dan Muhammad Arkoun, secara garis besar penulis membahas persoalan epistemology dalam studi Al Quran, khususnya maslah interpretasi dan mekanisme pemahaman konteks yang digunakan oleh Nasr Hamid Abu Zayd dan Muhammad Arkoun.

Pada bab ke sepuluh, Studi Islam dan Analisis Sosiologi Antropologis: Meneguhkan Tradisi Pesantren di Nusantara, penulis memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan pesantren seperti sejarah berdirinya pesantren di nusantara, tradisi-tradisi yang ada di pesantren, system pendidikan di pesantren dan lainnya. Penulis juga mengingatkan pentingnya apresiasi yang tinggi untuk lembaga pendidikan ini (pesantren), karena telah menciptakan system pendidikan yang baik serta telah melahirkan generasi-generasi handal yang berpengaruh terhadap masyarakat. Kemudian tertulis pula tiga hal yang perlu diperhatikan pesantren dalam menjaga tradisinya berupa pesantren harus memosisikan sebagai lembaga pengkaderan ulama, memosisikan sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan khususnya berbasis agama Islam tetapi juga merespon keilmuan di bidang umumnya, serta menenempatkan dirinya sebagai transformator, motivator dan innovator akhlak.

Pada bab ke sebelas, Studi Islam dan Tafsir Ahkam, penulis menjelaskan tentang peran tafsir ahkam atau tafsir yang berbicara soal hukum-hukum sangat penting guna menjawab beragam pertanyaan masyarakat mengenai penafsiran ayat-ayat Al Qur’an. Dalam bab ini penulis juga menjelaskan bagaimana para sahabat Rasulullah memahami ayat-ayat ahkam atau ayat-ayat tentang hukum ketentuan suatu hal. Penulis menyebutkan bahwa tak sedikit pro dan kontra yang terjadi di antara para sahabat Rasulullah. Kontra yang terjadi biasanya disebabkan oleh perbedaan pendapata mengenai ayat yang bersifat umum dalam Al Qur’an. Adapun bila terjadi kontra pemahaman pada para sahabat nabi, para pemuka pendapat akan saling berusaha mencari bukti atau sumber kebenaran yang mendukung mendapatnya guna memberi penjelasan yang benar terhadap ayat tersebut.

Pada bab ke dua belas, Studi Islam dan Kajian Tikrar Al Qur’an dalam Surah Al Rahman,   menmbahas materi mengenai pemaknaan tikrar Al Qur’an serta peranannya dalam tradisi tafsir. Selain itu, penulis juga memfokuskan ulasannya kepada Surah Al Rohman sebagi model analisis makna tikrar Al Qur’an. Dalam bab ini, tikrar dalam Al Qur’an didefinisikan sebagai pengulangan redaksi kalimat atau ayat dalam Al Qur’an dua kali atau lebih, baik dari lafal maupun makna dengan tujuan tertentu.  Penulis memfokuskan kajian tikrar pada bab ini kepada surah Ar Rahman, karena terdapat ayat, “Fabiayyi ala’I rabbikuma tukdziban” yang terulang sebanyak 31 kali. Pada bab ini juga tertulis mengenai perdebatan pemahaman terhadap tikrar yang berkaitan pada ayat ini. Ada musafir yang berpendapat bahwa ayat tersebut terulang sebagai lafadz namun memiliki kandungan makna yang berbeda. Di sisi lain ada musafir yang berpendapat bahwa ayat tersebut memang terulang sebagai peran pendidikan yang memerlukan penekanan berupa pengulangan guna mendapatkan efektivitas yang maksimal.

Adapun buku ini memiliki bahasa yang komunikatif, sehingga para pembaca dapat memahami konteks dengan lebih mudah. Keakuratan pembahasan dalam buku ini juga cukup kuat, karena penulis memberikan banyak pendapat para ahli dan ulama yang dpat dipertanggungjawabkan opininya serta memberi keterangan sumber – sumber dari materi di footnote pada setiap halaman serta daftar pustaka pada setiap bab. Selain footnote dan daftar pustaka yang menjadi landasan sumber keakuratan materi, terdapat pula endorsemen atau testimoni dari para pembaca yang merupakan beberapa tokoh penting seperti KH. Muhammad Arifin Ilham yang merupakan pemimpin Majlis Zikir Az-Zikra serta beberapa dosen ataupu pengajar yang telah menyampaikan pendapat ataupun opini yang positive mengenai buku yang ditulis oleh Dr. Hasani Ahmad Said, M.A ini. Ukuran buku yang tidak terlalu besar serta bobot buku yang cukup ringan ini memberikan kemudahan bagi para pembaca untuk membawanya kemana pun guna menambah wawasan.

Di samping beberapa keunggulan, buku ini juga memiliki sedikit kekurangan berupa tidak adanya ilustrasi gambar guna menarik perhatian para pembaca serta memberi kemudahan bagi para pembaca untuk mencerna materi ataupun mengingat penjelasan dari materi yang dibahas.

Meskipun terdapat sedikit kekurangan, buku karya Dr. Hasani Ahmad Said, M.A ini sangat layak dibaca guna menambah wawasan mengenai kajian Islam kontemporer. Bahasa yang sangat komunikatif pada setiap ulasan atau pembahasan materi membuat buku ini akan cocok dibaca bagi para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum karena mudah dipahami. Keakuratan pada materi di buku ini pun dilihat dari berbagai sumber yan telah dicantumkan pada footnote dan juga daftar pustaka yang telah disajikan oleh penulis.

*) Mahasiswa Fakultas  Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif  Hidayatullah, Jurusan Perbankan Syariah, Semester I

Check Also

Cover buku

MEMBENTURKAN SYIAH DAN SUNNI ADALAH “PROXY WAR”

Bagikan melalui WhatsAppJudul                        : Syiah Menurut Syiah Penulis                      : Tim Ahlulbait Indonesia Penerbit                   : ...

suaratangsel.com