Beranda SUARA WARGA

Mengeluh Saat Penertiban PPKM, Pedagang Nasi Goreng: Mau Gimana Lagi ?

296

Serpong Utara, SUARA TANGSEL – Pedagang kecil yang berada dipinggir jalan memang kerap menjadi sasaran penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Seperti halnya yang dialami oleh Yasinan pedagang nasi goreng, warga asal Cilacap Jawa Tengah, yang kini tinggal di Kampung Priyang RT 07, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini yang biasa berjualan dipinggir jalan bahwa dirinya kerap menjadi sasaran penertiban oleh petugas Satpol PP.

“Iya saya suka ditegur oleh petugas Satpol PP untuk menutup dagangan saya karena sudah melewati batas waktu yang sudah ditentukan, yaitu pukul Delapan malam,” ujar Yasinan pedagang nasi goreng kepada awak media pada Senin malam (9/8).

Namun demikian, bukan berarti dirinya tidak mengetahui tentang adanya himbauan peraturan terkait penerapan PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah pada saat ini, yang memang dalam peraturan PPKM tersebut, bahwa Jam operasional bagi para pelaku usaha telah dibatasi, yaitu hanya boleh buka atau berjualan hingga sampai pada pukul 20:00 WIB.

“Sebenarnya saya tau ko tentang adanya peraturan PPKM tentang Jam operasional bagi para pedagang, yaitu hanya boleh buka sampai Jam Delapan malam saja, tapi saya mau gimana lagi, kalau ga dagang saya mau dapat duit dari mana, saya juga mau makan pake apa kalau ga ada duit,” ucap Yasinan sambil merapihkan dagangannya saat petugas Satpol PP datang menghampirinya.

Yasinan pun mengatakan bahwa ia juga selalu menghimbau kepada para pembeli agar tidak melakukan makan ditempat dan harus dibungkus dan dibawa pulang. Tentu hal ini dilakukannya untuk menghindari adanya kerumunan jika nantinya ada pembeli yang makan ditempat.

“Terus terang, saya juga juga selalu katakan kepada para pembeli, bahwa saya tidak menerima bahkan mengijinkan pembeli untuk makan ditempat. Dengan maksud untuk menghindari adanya kerumunan. Ya tapi mau gimana lagi, pasrah ajalah, saya ikutin aja peraturan yang ada,” tutupnya.

Muhamad Deni