Beranda TOP TANGSEL Mengaku Ditampar Guru, Siswa MTs di Tangsel Tak Mau Sekolah

Mengaku Ditampar Guru, Siswa MTs di Tangsel Tak Mau Sekolah

30
0
MTs Pembangunan Nurul Islam

Serpong, SUARA TANGSEL – Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang bernisial RZ mengaku ditampar gurunya di lembaga pendidikan milik Yayasan Pembangunan Nurul Islam, Jalan Raya Puspitek, KP Sari Mulya, kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang membuatnya tak mau masuk sekolah.

Kejadiannya bermula dari RZ dan beberapa orang siswa yang lain ditegur guru karena tidak memasukkan seragam kemejanya (berpakaian rapi) saat mengikuti upacara bendera, pada Senin (2/5).

Sepulang sekolah RZ kemudian mengadukan perlakuan guru terhadap dirinya kepada ibunya , dia menjelaskan pada ibunya bahwa ia telah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan,  RZ mengaku telah ditampar gurunya saat tidak memasukan baju seragam.

“Saat anak saya pulang dari sekolah dia agak termenung, saya pun bertanya, memangnya ada apa? Dia mengatakan bahwa ia telah ditampar gurunya di sekolah, dan memohon agar kejadiannya itu tidak diadukan kepada orang tua. Guru yang menamparnya berinisial MK ,” kata Gland orang tua RZ, Rabu (4/5).

Gland juga menyampaikan akibat perlakuan itu anaknya RZ tidak mau masuk sekolah. “Anak saya tidak mau ke sekolah, mungkin karena takut atau trauma,  dia tidak mau banyak bicara, sepertinya ia begitu takut, entahlah apakah takut sama saya, karena saya akan ke sekolah, atau pada gurunya,” terang Gland.

Saat dikonfirmasi kepada pihak sekolah, MTs Pembangunan Nurul Islam,  baik Kepala MTS dan guru yang katanya menampar RZ menjelaskan bahwa tidak hanya RZ yang ditegur saat upacara pada Senin (2/5) lalu, dan memberikan penjelasan kalau para siswa yang mengeluarkan baju (tidak berpaikaian rapi),  hanya dicubit itu pun karena memang agak membandel saat dinasehati.

“Saya guru yang saat itu menegur RZ saat upacara dan tidak hanya RZ yang saya tegur,  kami ingin siswa disiplin dan taat aturan,  dan kami merasa tidak menampar hanya mencubit saja,” jelas MK  pada wartawan.

MK juga menambahkan tiap siswa yang nakal dan membandel biasanya dicubit dan itu sudah biasa.

Sementara, Kepala MTs Pembangunan Nurul Islam memohon maaf atas perlakuan ini,  mungkin guru pembimbing sedang khilaf.

“Saya atas nama sekolah memohon maaf, dan kami berjanji akan menggelar rapat,  secara pribadi saya juga memohon maaf kepada orang tua RZ.  Saya dengan rendah hati memohon maaf ” pungkas Kepala MTs yang tidak mau namanya disebut itu.

(Hendra)