Beranda RESENSI BUKU

Melihat Sejarah Musik Indonesia

488
Cover Buku

Buku yang berjudul 100 tahun musik Indonesia ini merangkum perjalanan musik dari masa ke masa. Beragam genre musih dibahas, mulai dari jazz, keroncong, dangdut, rock and roll, folk.

Sulis Tyaningrum
Sulis Tyaningrum

Bagi pecinta musik Indonesia buku ini bisa menjadi bacaan pilihan. Dalam buku ini, pembahasan tentang perjalanan musik Indonesia dimulai sejaktahun 1950 sampai 2005.

Musik Indonesia di era 1950, pada era ini muncuk virus rock and roll dari Amerika Serikat yang menyebar tanpa terbendung ke seantero jagat, termasuk Indonesia. Diawal era tersebut mulai berdiri perusahaan rekaman milik pribumi yang pertama yaitu irama.

Era 1960-1969, mulai berdiri beberapa label rekaman seperti label rekaman Bali, Canary dan Metropolitan. Memasuki era 1970-an industri rekaman di Indonesia mulai terlihat cerah, terutama dengan munculnya format kaset yang secara perlahan mulai menggantikan posisi piringan hitam.

Dari tahun 1967 hingga 1970, bisa dikatakan adalah embrio musik rock yang mulai menyebar di Indonesia. Di era ini muncul fenomena pop culture terbesar  yaitu Monterey Pop Festival pada 1967, Woodstock Festival di Amerika Serikat tahun  1969 (halaman 85).

Banyak fenomena perkembangan musik yang terjadi, dari musik dangdut, fenomena musik melayu hingga fenomena musik religius. Pada era 2000-an perkembangan musik pop semakin riuh. Banyak band bermunculan, ada Gigi, Nidji, Letto, Ungu, Padi.

Buku ini bisa menjadi referensi untuk mengetahui perjalanan musik yang terjadi di Indonesia.  Dari zaman kolonial sampai zaman modern. Banyak peristiwa musik di Indonesia yang terjadi dalam kurun waktu 100 tahun.  Mulai dari pencarian jati dirisaat masih dalam  belenggu kolonialisme, problematika yang tak kunjung usai tentang wacana musik nasional, juga masalah pelanggaran hak cipta dan pembajakan.

Judul      : 100 Tahun Musik Indonesia

Penulis   : Denny Sakrie

Penerbit : Gagasmedia

ISBN     : 978-979-780-785-6

Tebal      : 165 halaman

Peresensi : Sulis Tyaningrum, Jurnalis Lepas tinggal di Kudus.