Home / PROFIL / PROFIL UMUM / Masruri Bejo Sosok yang Merakyat dan Gemar Blusukan
Masruri Bejo

Masruri Bejo Sosok yang Merakyat dan Gemar Blusukan

Pamulang, SUARA TANGSEL Masruri Bejo atau akrab disapa Bejo adalah sosok pria yang akhir-akhir ini namanya santer terdengar di Tangerang Selatan (Tangsel), banyak kalangan mengenal dirinya sebagai sosok yang suka blusukan tanpa kenal waktu. Ini dilakukannya demi membangun solidaritas dari beragam komunitas di Tangsel, dan semata-mata untuk menjadikan Tangsel agar lebih maju, makmur, dan sejahtera.

Bejo di mata  para relawan atau komunitas tertentu di Tangsel dianggap sebagai tokoh pemersatu yang pedulli dengan nasib masyarakat kecil, karena itu  jelang Pilkada Tangsel beberapa kemarin, nama Bejo sempat mencuat dang digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon walikota, meski akhirnya hal tersebut tidak terwujud karena berbagai alasan.

Lahir di tengah-tengah keluarga yang sederhana, di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, pada tanggal, 6 April 1974.

Bejo kini menjadi orang yang sukses di bidangnya, itu semua karena kerjsa semangat dan kerasnya.

Awal merantau ke Tangerang. Bejo hanyalah seorang kuli cuci piring di Warteg millik Bu’le (Tante) nya. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, setelah itu ia lebih memilih menjadi buruh di agen sembako di toko Eternal di Pamulang Barat.

 

Sambil bekerja keras Bejo terus berusaha untuk melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi, karena ia ingin mewujudkan amanat ayahnya, yang menginginkannya menjadi seorang sarjana. Karena itu, dengan tekat yang kuat Bejo akhirnya dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi.

Rur koen kapan waktune kudu ngelanjutna ilmu nang sekolah nganti sarjana, soale yen ilmu nang endi bae ana manfaate kanggo wong liya, terus ilmu ora bakal ilang nganti mati, dadia kaya intan, nang endi bae wong pan nggoleti senajan nang kali atawa got, tetep intan” . Aritinya : Rur kapan waktunya harus melanjutkan sekolah sampai sarjana, karena ilmu divmana saja ada manfaatnya untuk orang lain, ilmu juga tidak akan hilang sampai mati, jadilah seperti intan, walaupun di sungai, di got bahkan di lumpur sekalipun intan tetap intan.

Sementara itu, mengenai kenapa ia dikenal dengan nama Bejo, asal muasalnya nama Bejo, adalah sapaan dari teman-teman di sekamar dikontrakannya, dan sapaan dari rekan-rekan kerjanya di agen Eternal Bejo yang artinya adalah “Untung”. Semoga selalu beruntung.

Riwayat Hidup

Nama Asli : Masruri (41thn)

Panggilan : Bejo

Istri : Enan Kulsum (41thn)

Anak 1 : Sarah Nan Sahira (13thn)

Anak 2 : Putra Ali Masruri (9thn)

Ketua Barisan Muda PAN Kecamatan Pamulang Tahun 1999 s/d 2004

Wakil Ketua Barisan Muda PAN Kabupaten Tangerang 1999 s/d 2003

Sekretaris PWB (Paguyuban Warga Balamoa) Tegal Tahun 1999 s/d 2007

Ketua Umum Pagar Perpa (Paguyuban Warga Perantau Pamulang) Tahun 2002 s/d 2007

Anggota APNATEL (Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi) Tahun 2001 s/d 2004

Wakil Ketua KNPI Kecamatan Pamulang Tahun 2004

Ketua Umum FORMAT (Forum Masyarakat Tegal) Kabupaten Tangerang Tahun 2007 s/d 2010

Ketua Umum Forum Masyarakat Tegal Tangerang Selatan Tahun 2010 s/d 2013

Pembina Persatuan Pedagang Kaki Lima Pamulang Tahun 2010 s/d sekarang

Ketua Umum Gapertas (Gabungan Perantau Tangerang Selatan) Tahun 2010 s/d sekarang

Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Tegal Tangerang Selatan Tahun 2013 s/d sekarang

Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 s/d 2011

Bendahara Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 s/d 2016

Wakil Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kota Tangerang Selatan Tahun 2015 s/d sekarang

Pembina PAPPRI (Persatuan Artis, Penyanyi dan Pencipta Lagu Republik Indonesia) Kota Tangerang Selatan Tahun 2015 s/d sekarang. (*/ts)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
suaratangsel.com