Beranda SPORTS

Mantan Kiper Timnas Indonesia, Kurnia Sandi Terbaring Lemah dan Lupa Ingatan

387

Sidoarjo, SUARA TANGSEL — Siapa yang tak kenal Kurnia Sandi? Pesepak bola yang selalu berdiri kokoh di bawah mistar gawang Timnas Indonesia. Tentunya semua pecinta bola Indonesia mengenalnya, dan mungkin hanya sedikit orang yang lupa tentang dirinya.

Kini kondisi Kurnia Sandi sedang dalam keadaan yang terbilang cukup buruk, dia kini hanya bisa terbaring lemas di kamar rumah sakit. Menurut sang istri, Kurnia Sandy awalnya hanya mengalami Demam seperti biasa dan lamban dalam merespon pembicaraan.

Terbaring-Lemah-Kurnia-Sandy-Mulai-Kehilangan-Ingatan

Kurnia Sandi telah terbaring di RSUD Sidoarjo sejak hari sabtu, 24 Oktober 2015 kemarin. Sandy yang kini berusia 40 tahun itu tak bisa mengingat anak dan istrinya.

Ari Listiyowati, istri dari Sandy mengatakan bahwa suaminya itu mengalami demam tinggi dan lamban dalam merespons pembicaraan. “Bahkan ketika saya tanya saya ini siapa, dia gak bisa jawab dan hanya diam saja,” ucap Ari seperti dilansir dari situs resmi Kemenpora.

Panik dengan keadaan Sandy, Ari langsung berinisiatif menghubungi eks timnas yang juga kerabat dekat Sandy, Kurniawan Dwi Yulianto. Kerabat Sandy coba membantu dengan mengajak Sandy jalan-jalan sambil mengingat masa lalu, tapi tak berhasil.

“Setelah tidak ada respon itu saya langsung menghubungi mas Kurniawan untuk di bantu. Bahkan saat itu oleh Kurniawan dipanggilkan Bejo Sugiantoro untuk mengajak jalan-jalan suami biar ingatannya kembali, namun sampai sekarang ternyata masih belum ingat,” tutur Ari.

Menpora Imam Nahrawi yang sedang berada di Sidoarjo pun menjenguk Sandy, ia disambut oleh Uston Nawawi, pemain asal Sidoarjo yang juga pernah membela timnas Indonesia bersama Sandy pada 1997. Imam meminta pihak rumah sakit untuk mendalami penyakit apa yang menyerang kiper jebolan Primavera.

“Saya minta tolong pihak rumah sakit dan dokter yang menanganinya untuk segera mengambil langkah yang terbaik. Saya sudah melihat kondisinya mas Sandy, dan tadi saya ajak ngobrol agar semangat terus untuk melawan rasa sakitnya agar bisa aktif kembali di sepakbola Indonesia. Saya juga ingin mengajak masyarakat bola untuk mendoakan yang terbaik buat mas Sandy,” terang Imam.(*/bes)