Beranda PENDIDIKAN

Mahasiswa UIN Jakarta Desak Rektorat Cabut Kebijakan Kuliah Maksimal 5 Tahun

42
0
Demo Mahasiswa UIN Jakarta

Ciputat, SUARA TANGSEL – Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Angkatan 2015 terus mendesak pihak Rektorat untuk segera mencabut kebijakan pembatasan waktu kuliah maksimal 5 tahun karena atauran yang mendasari kebijakan tersebut masih dievaluasi Kementerian terkait.

Peraturan pembatasan masa studi maksimal 5 tahun yang tertera di Permendikbud Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan pada 11 Juni 2014 lalu. Nyatanya masih dalam tahap evaluasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek).

“Permendikbud itu kan masih dalam tahap Evaluasi oleh Kemenristek melalui Surat Edaran Nomor¬†01/V/SE/M/2015, Tentang Evaluasi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Jadi seharusnya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jangan main asal menerapkan dong,” kata Yulika Arsyh Mahasiswi Tarbiyah Angkatan 2015. (12/3)

Mahasiswi yang biasa disapa Yulika oleh temannya menuturkan, bahwa saat ini beberapa kampus besar seperti, ITB, UI, UGM, UNPAD belum menetapkan kebijakan itu, dan masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Kemenristek.

“Seperti yang saya baca dibeberapa media. Kampus lain itu belum menerapkan, ya karena memang belum waktunya juga kan?, Toh selain itu, Kemenristek juga masih mengkaji. Tapi UIN Syarif Hidayatullah kok sudah sudah main nerapkan aja.” ujarnya.

Selain itu Yulika juga menjelaskan, bahwa dirinya menolak kebijakan tersebut bukan berarti tidak mampu menyelsaikan studi dalam waktu 5 tahun. menurutnya pihak kampus asal-asalan dalam menerapkan aturan bagi tahun ajaran 2015 tanpa melihat dampaknya.(12/3)

“Kepada seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, jangan salah paham kenapa saya menolak aturan pembatasan masa studi 5 tahun. Saya cuma tidak mau pihak kampus se-enaknya saja dalam membuat aturan,” jelasnya.

“Saya berharap kepada seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Angkatan 2015, untuk ikut berpartisipasi dan andil untuk membenarkan setiap kesalahan,” seru Yulika, Sabtu (12/3).

(Rizki Irwansyah)