Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGSEL

Mahasiswa Target Sasaran Indoktrinasi Kelompok Teroris

163

Suara Tangsel_ Masih adanya pergerakan terorisme di negara kita sangat mengkhawatirkan dikehidupan masyarakat yang nyaman dan aman, karena masih adanya jaringan teroris yang selalu ingin menggangu stabilitas keamanan negara, untuk itu Kesbangpol Kota Tangerang Selatan mengadakan kegiatan dialog untuk dikalangan mahasiswa.

Karena mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang sering banyak menjadi sasaran  dokrinisasi jarigan teroris, oleh karena itu perlu adanya peningkatan wawasan pengetahuan bangsa dikalangan mahasiswa agar tidak mudah terbawa atau terlibat dalam lingkaran jaringan terorisme.

Menurut Asisten Daerah satu  bidang pemerintahan Rahmat Salam mengungkapkan di saepisan 22/11/2017  pemicu adanya kelompok teroris dikarenakan ada golongan yang ingin merusak stabilitas keamanan ysang disebabkan adanya gejolak di politik,sosial,budaya dan ekonomi.

Mencegah teroris ditindak secara dini dengan adanya kerjasama yang harmonis antara masyarakat, apabila diketahui adanya gejala pergerakan mencurigakan langsung ambil tindakan pelaporan kepihak berwajib untuk mengambil tindakan pencegahan dan kepada aparat pemerintahan setempat ditingkat RT maupun RW bisa mengantisipasi dan mendata warga yang tinggal dilingkungan yang dipimpinnya dan memberikan informasi melapor  kepada warganya apabila diketahui adahal yang mencurigakan di lingkungannya,”ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Kota Tangsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadli Widianto, mengungkapkan bahwa semua pembahasan di atas berkaitan dengan ideologi atau keyakinan. Kelompok terorisme kerap mengeksploitasi dengan tindakan indoktrinasi terhadap kaum muda.

“Kelompok terorisme seringkali merasa adanya ketidakpuasan atau tindakan balas dendam terhadap suatu kebijakan,” ungkapnya.

Fadli memaparkan, ada empat bentuk terorisme yang telah berkembang. Yakni, teror fisik, mental, nasional dan internasional. Kegiatan terorisme mempunya tujuan untuk membuat orang lain merasa ketakutan. Sehingga dapat menarik perhatian orang, kelompok ataupun suatu negara.

Teroris termasuk dalam kejahatan internasional. Kelompok ini terorganisasi dengan baik serta mempunyai jaringan luas serta sistem sel luas.

Maka perlunya mencegah lingkungan perguruan tinggi jadi sasaran pengusung paham radikal. Mereka membidik para mahasiswa yang secara psikologis masih dalam proses pencarian jati diri,”paparnya (AR)