Beranda HUKUM & PERISTIWA

LSM Pilar Bangsa: Copot Segel di Alfamart, Bentuk Penghinaan Pemkot Tangsel

599
gordon- s-m-yasin

Tangerang, SUARA TANGSEL – Copat – pasang stiker bertuliskan “Disegel Melanggar Perda” di  4 Toko Modern berlisensi Alfamart di beberapa wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang dilakukan orang tidak dikenal (OTK), dinilai LSM- Pilar Bangsa sebagai bentuk penghinaan bagi institusi Pemerintah kota (Pemkot), khususnya bagi PPNS dan Pol PP kota Tangsel yang mengemban tugas untuk melakukan penyegelan itu.

Diberitakan suaratangsel.con beberapa hari lalu,  sebelumnya pada Kamis (20/10) dan berlanjut pada Jum’at (21/10), 4 Toko Modern berliseni Alfamart di Jalan Vila Melati Mas BlokD, Lengkong Karya dekat kantor Kelurahan Lengkong Karya, Jalan H. Safri Kelurahan Pondok Aren, dan di Bintaro Sektor 9, yang disegel PPNS dan Pol PP segelnya sudah dilepas. Namun, ketika Tim Penyidik kembali datang melihat kondisi di lapangan sekaligus mencocokkan kebenaran informasi itu, ternyata segel tersebut telah kembali terpasang, Senin (24/10), tetapi kondisinya sudah tidak seperti semula.

Menurut  sekretaris LSM-Perisai Bangsa, Gordon S, “Adanya kejadian ini, merupakan bentuk penghinaan terhadap Pemkot Tangsel, khususnya PPNS dan Pol PP, menurut saya seolah-olah pihak perusahaan pengelola Toko Modern itu kebal hukum. Dalam kasus ini seharusnya Pol PP bisa bertindak lebih tegas lagi, agar tidak dianggap seperti bancakan, ” tegas Gordon, di Tangerang, Senin (25/10) pagi.

Senada,  ketua  LSM-Perisai Bangsa, M Yasin SH menyampaikan apa yang dilakukan OTK terkait lepas – pasang segel Toko Modern Alfamart itu bisa dipidana dengan sanksi pidana kurungan badan paling lama dua tahun delapan bulan sesuai pasal 231 ayat (1) KUHP yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja memutus, membuang atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang, atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan”.

Selanjutnya, kata M Yasin, “Saya sangant setuju  dengan apa yang disampaikan saudara Gordon, namun di sisi lain ini jelas ada indikasi pidana Pasal 232 Ayat (1) KUHP, dimana ada sanksi kurungan penjara dua tahun delapan bulan.”

Gordon kembali menambahkan, terkait kebijakan peninjauan ulang yang dimohonkan  pihak PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk  selaku perusahaan pengelola Alfamart kepada Kepala Polisi Pamong Praja Kota Tangsel, Azhar Syam’un adalah bentuk tarik ulur pihak Alfa meligitimasi keberadaan toko-toko Alfamart di Tangsel yang tidak mengantongi izin usaha IUTM .

“Dalam hal ini Pemkot Tangsel terkesan lemah, toko Afmart yang berjumlah 212 toko itu dibiarkan beroperasi tanpa ada legimasi hukum yang jelas, hanya berdalih kalau perizinannya sedang dalam proses atau sedang diurus,” ucap Gordon.

Sementara itu, anggota Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Muksin,  saat ditemui suaratangsel.com di kantor  Sekertariat PPNS, Jalan Puspitek No.1 Kelurahan Setu, Kecamatan Setu Tangsek, menyampaikan, pihaknya akan melakukan proses hukum lebih lanjut terkait kasus pencopotan segel yang telah dipasang kembali.

“Terkait masalah ini, kami tengah melakukan proses hukum lebih lanjut seauai dengan aturan yang ada,” kata Muksin. (CR/Ibn).