Home / HUKUM & PERISTIWA / Kurun Waktu Empat Hari Sudah Terjadi Tiga Kasus Pencabulan yang Terungkap di Kota Tangsel
Tiga Tersangka Pencabulan di Mapolres Tangsel, pada Senin (21/5/2018).

Kurun Waktu Empat Hari Sudah Terjadi Tiga Kasus Pencabulan yang Terungkap di Kota Tangsel

Serpong, Suara Tangsel – Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengungkap tiga kasus pencabulan sekaligus yang terjadi dalam kurun waktu empat hari.

Hal tersebut diterangkan langsung oleh Kapolres Metro Tangsel, AKBP Ferdy Irawan bersama dengan kepala satuan reserse kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Tangsel, AKP Alexander Yurikho, di Mapolres Metro Tangsel saat jumpa pers, pada Senin (21/5/2018).

Pertama, pada Senin (14/5/2018) aparat polisi berhasil meringkus Mochamad Topik (35), seorang guru privat yang dengan tega melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya sendiri.

Pelecehan tersebut terungkap atas laporan dari orang tua korban. Muridnya adalah seorang anak laki-laki berinisial AAA berusia 13 tahun.

Topik melakukan tindakan pelecehan dengan cara meremas kelamin muridnya beberapa kali hingga lecet di kediaman AAA, di bilangan Jalan Pondok Indah, Cirendeu, Ciputat, Tangsel.

Selang satu hari kemudian, pada Selasa (15/5/2018) aparat polisi kembali meringkus pelaku pencabulan Adil alias Aidil (21) seorang penjaga warung di bilangan Jalan Oscar, Bambu Apus, Pamulang, Tangsel.

Kali ini korbannya adalah empat orang anak perempuan yang rata-rata berusia enam tahun, Tersangka melakukan aksi bejatnya di warungnya sendiri.

AKBP Ferdy mengatakan pencabulan terhadap anak di bawah umur itu dilakukan saat keempat anak tersebut sedang jajan di warungnya. Namun Adil malah menunjukkan batang kemaluannya.

“Korban disuruh untuk memegang kemaluannya,” ujar AKBP Ferdy.

Dan terakhir, pada Jumat (18/5/2018) aparat polisi kembali menangkap Andi Wibowo, alias Ragil (31).

Ragil merupakan tersangka kasus pemerkosaan atas korban CR yang ia setubuhi sebanyak 10 kali dalam kurun waktu dua bulan.

Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan cara berpacaran dan saling berhubungan badan.

Namun Ragil merekam persetubuhannya tersebut untuk dijadikan senjata ancaman kepada korban jika ia menolak untuk diajak berhubungan badan lagi.

“TKPnya terjadi di Hotel Ciputat,” jelas AKBP Ferdy.

Aparat polisi pun sedang melakukan tes psikologis kepada para pelaku untuk menilik dugaan penyakit kejiwaan mengingat usia korban yanng masih di bawah umur.

Tindak lanjut berupa upaya pemulihan trauma kepada para korban juga sudah dilakukan aparat yang bekerja sama dengan instansi terkait.

Ketiga tersangka dikenakan pasal 82 atau pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindumgan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara. (tbn)

Check Also

Kosgoro Harapkan Kebesaran Hati Pilot Garuda Batalkan Mogok

Jakarta, SUARA TANGSEL – Gerakan Mahasiswa Kosgoro menyayangkan rencana mogok massal para pilot Garuda yang ...

suaratangsel.com