Beranda BUDAYA LIFESTYLE & ARTIS

Kumpulan Puisi Fikar W Eda dan Kopi Gayo

855
Kumpulan Puisi W Fikar dan Kopi Gayo

Jakarta, SUARA TANGSEL – Disaksikan ratusan orang peluncuran buku kumpulan puisi Fikar W Eda berjudul “Sepiring Mie Aceh Secangkir Kopi Gayo Bertalam Giok Nagan”,  yang dihadiri seniman dan tokoh Aceh yang berada di Jakarta, belangsung meriah di Aceh Coffee Boulevard Cafe & Resto, Jumat (1/4) lalu.

Mewakili Gubernur Aceh, Kadis Pariwisata Aceh,  Reza Pahlevi  mengatakan,”Kekhasan Aceh identik dengan Mie Aceh, Kopi Gayo dan juga Giok Nagan. Mie Aceh dengan racikan bumbu yang sangat khas hasil racikan masyarakat Aceh. Berikutnya kopi Gayo, kopi kebanggaan orang Aceh dengan adukan, kandungan dan campurannya yang berbeda. Setelah mie dan kopi, keistimewaan berikutnya adalah Giok Nagan. Giok ini mempunyai keistimewaan pada kandungan yang ada di dalamnya terdiri kalsium, potesion, besi, dan magnesium.” Kata dr.H.Zaini Abdullah dalam sambutan yang dibacakan Reza.

Peluncuran buku ini juga dihadiri Biro Hukum dan Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata, Muhammad Iqbal, yang mengatakan “Kementrian Parawisata mendorong setiap penulis bisa mengangkat kekhasan dan keunikan daerahnya untuk di buat buku. Hal ini sebagai bentuk  promosi dan sinergi dari dinas parawisata setempat.” Ujar Muhammad Iqbal.

“Saya mengenal dan merekam setiap kejadian di tanah Aceh dengan berbagai macam konflik politik atau musibah tsunami, maka saat ini saya ingin memperlihatkan tentang sisi lain dari tanah Aceh seperti kulinernya termasuk kopi serta  kekayaan alamnya dalam hal ini batu giok,” ungkap Fikar W Eda dalam peluncuran bukunya.

Fikar W Eda berharap agar para seniman tanah air dapat mengangkat semua tradisi kekayaan Indonesia yang sangat luas dan belum sepenuhnya terangkat, dan puisi-puisi yang ada di dalam bukunya ini baru sebagian kecil bercerita tentang Indonesia.

“Puisi ini harus disebarluaskan virusnya dengan baik, ini segi positif dari keberhasilan para seniman sastra dalam kegiatan kebudayaan,” tambah Fikar

Selain dihadiri komunitas Aceh, juga hadir komunitas sastra, komunitas kuliner, komunitas jurnalis dan lain-lain, acara semakin meriah karena dihibur oleh kelompok pemusik dari Maslamah Foundation pimpinan Hendrico Z Ricko. (Ed)