Home / HUKUM & PERISTIWA / Kosgoro Harapkan Kebesaran Hati Pilot Garuda Batalkan Mogok
Foto: Istimewa

Kosgoro Harapkan Kebesaran Hati Pilot Garuda Batalkan Mogok

Jakarta, SUARA TANGSEL – Gerakan Mahasiswa Kosgoro menyayangkan rencana mogok massal para pilot Garuda yang diinisiasi oleh Serikat Pekerja Garuda (SEKARGA) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG). “Kami menyayangkan rencana mogok tersebut. Karena yang dirugikan adalah konsumen,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi.

Gerakan Mahasiswa Kosgoro berharap agar pilot dan karyawan maskapai Garuda Indonesia mengurungkan rencana mogok kerja karena berdampak kepada masyarakat terlebih apabila mogok masal pada saat mudik Lebaran nanti . “Kami meminta kebesaran hati para pilot dan karyawan untuk membatalkan rencana mogok apalagi pada mudik lebaran karena sekali lagi yang dirugikan adalah konsumen,” kata Untung yang juga menjabat ketua hubungan antar lembaga PPK Kosgoro.

Untung juga mengatakan, aksi mogok justru membuat publik hilang simpati kepada perjuangan serikat karyawan Garuda dan asosiasi pilot Garuda selama ini. Untung berharap para pilot Garuda untuk mengambil jalan mediasi ketimbang melakukan aksi mogok.

Gema Kosgoro berharap karyawan dapat bernegosiasi secara intensif dengan pihak managemen dan pemerintah selaku pemilik Garuda secara elegan, tanpa mengorbankan hak – hak konsumen.

Untung juga menghimbau pihak managemen GA mendengarkan aspirasi SEKARGA dan APG serta secara sistemik memperbaiki pelayanan kepada konsumen.

Menurutnya, Garuda Indonesia adalah maskapai yang memiliki market share besar dengan jumlah armada yang banyak. Jika mogok kerja dilakukan, maka dampaknya akan dirasakan masyarakat luas.

Ditempat terpisah Wakil Ketua BPSK Kota Tangerang Selatan Junaidi mengatakan “konsumen dapat mengadukan ke BPSK terdekat terkait kerugian akibat mogoknya pilot dan karyawan GIA ksrena melanggar UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.”

Lebih jauh Junaidi menyebutkan pelaku usaha dapat dituntut hukuman administrasi sampai dengan 200 juta rupiah dan denda kerugian kurungan 5 tahun penjara atau denda maksimal 2 miliar rupiah, pungkasnya (*)

Check Also

Kurun Waktu Empat Hari Sudah Terjadi Tiga Kasus Pencabulan yang Terungkap di Kota Tangsel

Serpong, Suara Tangsel – Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengungkap tiga kasus ...

suaratangsel.com