Beranda TOPIK UTAMA INTERNASIONAL

Korban Tewas Akibat Konflik Global Sepanjang Tahun 2015 Mencapai 167.000 Jiwa

305
Korban Akibat Konflik Global

London, SUARA TANGSEL – Menurut laporan tahunan Lembaga Internasional untuk Studi Strategis (IISS) yang berpusat di London, Inggris disebutkan bahwa jumlah korban yang tewas akibat konflik sepanjang tahun 2015 lalu diperkirakan mencapai 167.000 jiwa.

Sepertiga dari korban yang tewas itu terjadi di Suriah, walau ada penurunan jumlah menjadi 55.000 jiwa, bila dibandingkan dengan tahun 2014.

Sementara di Afghanistan ada peningkatan jumlah kematian akibat perang sebesar 15.000, kenaikkan dari 3.500 jiwa dari tahun sebelumnya.

Laporan berjudul Survei Konflik Bersenjata itu berkesimpulan bahwa peningkatan korban di Afghanistan antara lain disebabkan oleh mundurnya pasukan NATO, makin maraknya serangan Taliban, dan penggunaan senjata api tanpa pandang bulu oleh pasukan pemerintah.

Kenaikan korban juga terjadi di Amerika Latin -tempat sekitar 21% dari kematian global- dengan sebagian besar korban jatuh di Meksiko dan tiga negara Amerika Tengah, yaitu Honduras, Guatemala, dan El Salvador.

Total jumlah kematian di kawasan itu meningkat menjadi 34.000 dari 30.000 pada tahun 2014.

Dalam pernyataannya Dirjen IISS, Dr John Chipman, menyebutkan bahwa salah satu ciri konflik sepanjang tahun 2015 adalah serangan balik dari pemerintah di konfik-konflik besar di dunia ntuk merebut kembali wilayah namun tetap menghadapi perlawanan.

“Sering hak tersebut dicapai dengan bantuan dari sekutu asing,” katanya dengan merujuk intervensi Rusia di Suriah, peran pasukan Iran di Irak, dan serangan pasukan Persatuan Afrika di Nigeria dan Somalia.

Sedangkan jumlah pengungsi akibat konflik di berbagai kawasan dunia meningat, dari 43 juta jiwa pada tahun 2014 menjadi -hingga pertengahan 2015 saja- 46 juta jiwa.

(Ibnu/BCC)