Beranda SUARA WARGA

Koalisi Mahasiswa UIN Mengutuk Keras Pelaku Perampokan yang Mengakibatkan Tewasnya Hendra

113
Mahasiwa UIN

Ciputat, SUARA TANGSEL – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) Jakarta, mengutuk keras terhadap Pelaku insiden perampokan disertai dengan pembunuhan Mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (27/1).

Insiden itu terjadi pada hari Senin, 25 Januari 2016, pukul 15.00 WIB, di Komplek BPKP Jalan Abdul Gani, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Korban yang bernama Hedrawan atau sering disapa Hendra tewas ditusuk dibagian dadanya. Hendra diduga mencoba melakukan perlawan terhadap sekelompok pencuri yang sedang melakukan aksi perampokan.

Muhammad Faqih, selaku Presiden Koalisi Mahasiswa UIN menuturkan, Kami segenap keluarga KMU, serta saya pribadi turut perihatin atas kepergian Hendrawan Mahasiswa semester V, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Saya menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar tetap waspada serta berhati-hati, agar tidak terulang kejadian yang sama.

Saya juga berharap kepada seluruh pihak kepolisian agar segera mencari pelaku. Dan harus dihukum seberat-beratnya, siapapun dia orangnya. (27/1)

Faqih juga menilai, bahwa insiden ini menjadi autokritik terhadap kepemimpinan Walikota Tanggerang Selatan Airin Rahmi Diani yang sedang berjalan.

“Selama berjalannya kepemimpinan Airin yang ke-2 priode ini, ibu Airin sebagai menjadi Walikota Tangsel, sudah seharusnya menjadikan Kota Tanggerang Selatan sebagi kota yang aman,tentram dan kondusif. “Tutur Faqih.

Selain itu, Deni Iskandar, Steering Comite (SC) Koalisi Mahasiswa UIN menyampaikan, kepada pihak Rektorat UIN Syarifhidayatullah Jakarta, agar segera menyikapi insiden pencurian dan terbunuhnya Hendra, karena bagaimanapun Hendra adalah Mahasiswa UIN. Setidaknya pihak Rektorat harus ikut turut berduka atas kematian mahasiswanya.

Lebih lagi, Deni berharap pihak Rektorat ikut melaporkan dan memberi arahan kepada polisi, agar pihak kepolisan segera menemukan pelaku pembunuhan Hendra.

“Jangan sampai pihak rektorat apatis melihat kejadian seperti ini.”  Ujar Deni. (rizky)