Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGSEL

Ketua Tim Pembangunan GKI Nusa Loka Mekar Jaya Ajak Warga Untuk Musyawarah

1369

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Perjalanan panjang untuk mendirikan bangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di wilayah Kelurahan Mekar Jaya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendapat hambatan yaitu dengan adanya penolakan oleh warga sekitar, karena pembangunan GKI di wilayah tersebut dinilai tidak terlalu dibutuhkan oleh warga sekitar.

Hal tersebut disampaikan oleh Safe’i warga sekitar, yang mengatakan bahwa memang sebelumnya penolakan pembangunan GKI di wilayah Mekar Jaya RW 03, pernah terjadi yaitu pada tahun 2016 lalu.

“Pada tahun 2016 itu ada sekitar 149 warga Mekar Jaya yang memberikan tanda tangan untuk penolakan pembangunan Gereja di wilayah Mekar Jaya,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Menurut Safe’i, dalam hal ini bukan lagi maslah urusan pada Peraturan Daerah (Perda), akan tetapi ini menyangkut masalah pada lingkungan setempat.

“Untuk masalah ini, saya tidak dominan pada urusan agama, karena terlalu sensitif kalau ngomongin masalah agama. Namun saya hanya konsen pada wilayah lingkungan saja,” ucapnya.

Lebih lanjut, sambung Safe’i, menjelaskan, bahwa wilayah Mekar Jaya mungkin saat ini lebih membutuhkan fasilitas seperti sarana dan prasarana untuk pendidikan.

“Mungkin bisa dibangun Sekolah SD, SMP, SMK, atau SMA Negeri. Dan saya hanya memberi masukan saja kepada pemerintah Kota Tangsel untuk bisa menanggapi masalah ini, jangan nanti ke depannya bisa menimbulkan rasa kecemburuan sosial,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi masalah penolakan pembangunan GKI oleh warga Mekar Jaya, Ketua Tim pembangunan GKI Nusa Loka Mekar Jaya, Bambang Sarwo Adji, menegaskan bahwa warga sekitar sudah memberikan rekomendasi terkait akan adanya pembangunan rumah ibadah, karena menurutnya proses ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku

“Kami juga sudah melakukan rapat beberapa waktu lalu, dengan mengundang beberapa pihak, termasuk lembaga khusus pemerintah. Pada saat rapat pun sudah di buka ke forum agar menyampaikan aspirasi maupun keberatan. Dan dari hasil rapat tersebut, tak ada satupun yang menolak, atau merasa keberatan,” jelas Bambang, kepada wartawan di rumah makan pecel Madiun, Serpong, Tangsel, pada Selasa (11/1).

Tidak hanya itu, Bambang juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan pembangunan mendirikan Gereja di wilayah Mekar Jaya tersebut sejak 13 tahun lalu. Namaun pada proses pembangunan tersebut, tidak sedikit kendala yang di dapatkannya.

“Untuk historinya lahan itu adalah fasos dari pengembang yang di peruntukan untuk pembangunan rumah ibadah. Dari total luas keseluruhan itu adalah 6000 meter, kemudian di ambil 2210 meter untuk digunakan pembangunan Pure. Dan sisanya itu sekitar kurang lebih ada 3800 meter. Dari 3800 meter, dan akhirnya kami di berikan lahan tersebut seluas 1767 untuk pembangunan Gereja GKI,” bebernya

Lebih jauh, dirinya juga menjelaskan bahwa lahan dari luas 6000 meter, kemudian digunakan untuk pembangunan Gereja dengan luas 1767, namun menurutnya lahan tersebut masih mempunyai sisa kurang lebih sekitar 1766 meter untuk di bagian depan, dan sedangkan 328 meter lagi digunakan untuk jalan umum.

“Adapun nantinya dari sisa lahan yang ada, dan jika masyarakat memang menginginkan dilahan tersebut untuk dibangun sarana dan prasarana pendidikan, kami dari pihak GKI siap membantu dan akan mendorong apa yang selama ini menjadi harapan warga sekitar,” ujarnya.

Bambang juga berharap, bagi warga yang memang tidak setuju akan adanya pembangunan Gereja di wilayah Mekar Jaya, agar tidak menimbulkan kegaduhan dengan adanya pemasangan spanduk yang bertuliskan penolakan di wilayah tersebut.

“Alangkah baiknya masalah ini bisa ditempuh dan diselesaikan dengan cara musyawarah, sehingga ke depan bisa ada kerjasama antar kedua pihak, yaitu dari warga sekitar dan GKI, sehingga keberagaman bisa tercipta di wilayah tersebut,” ungkapnya.

“Saya juga warga Tangsel, dan beberapa pengurus GKI juga merupakan warga yang memang tinggal di sekitar Perum Nusa Loka. Oleh karena itu, kami juga akan mendukung apa yang menjadi harapan warga sekitar untuk membangun sekolah di lahan itu. Seperti yang sudah kami lakukan terhadap pembangunan Masjid di Rawa Mekar Jaya,” sambungnya.

Pengurus GKI juga sangat berterimakasih kepada Pemerintah Daerah, dan juga seluruh pihak karena sudah di diberikannya kepercayaan untuk mengelola lahan tersebut untuk dijadikan tempat rumah peribadatan Umat Kristiani.

Menurut keterangan, ada 8 Gereja yang memang sudah berdiri di wilayah tersebut. Namun dari 8 Gereja tersebut, menurut Bambang itu bukan Gereja GKI.

Diketahui, lahan yang berada di Kampung Ciater, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, RT.04/03 tersebut telah melakukan proses yang memang cukup panjang, yang melibatkan seluruh pihak.

Menurut data yang himpun, warga Umat Kristiani yang berdomisili di perumahan Nusa Loka telah mengajukan lahan dan melakukan kajian, dengan proses dan juga kesepakatan dari seluruh pihak.

Rapat koordinasi tersebut langsung di fasilitasi oleh Badan Intelejen Negara (BIN) wilayah Banten, yang diselenggarakan di Puspemkot Tangsel. Adapun dalam Rakor tersebut yakni membahas terkait rencana pembangunan dua Gereja, yaitu gereja Obor Banten yang berada di wilayah Serpong Utara, dan GKI di wilayah Serpong. (mhd20)