Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Ketua PBNU; Amankan Dulu Tanah Air, Baru Bicara Islam

138
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj

Medan, Indoleader- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari mempunyai visi misi membangun ukhuwah Islamiyah yang sinergis dengan ukhuwah wathoniyah (nasionalisme).

 

“Artinya, Islam harus diperkuat dengan semangat nasionalisme dan nasionalisme harus jadi nilai serta spirit bagi Islam,” kata Said Aqil saat menyampaikan pidato pada pembukaan Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera, di Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Jalan Pelajar Timur, Medan, Ahad (17/5).

Hadir pada pembukaan Pra Muktamar NU itu, Rais ‘Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua  Steering Committee (SC) Muktamar NU KH Selamet Effendy Yusuf, Ketua OC Muktamar Imam Aziz, Sekjen PBNU Marsudi Syuhud, pimpinan Pesantren Al Kautsar Al-Akbar Syekh H Ali Akbar Marbun, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, Wagub HT Erry Nuradi, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Pangkosekhanudnas III Marsma Arif Mustofa, dan Anggota Fraksi PKB DPR H Marwan Dasopang.

Juga hadir Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Wali Kota Sibolga H Syarfi Hutauruk, Wali Kota Tanjung Balai H Thamrin Munthe, para pimpinan ormas, ulama tokoh masyarakat Sumut, Muslimat, Fatayat, dan kelompok-kelompok majelis ta’lim.

Kiai Said juga mengatakan, siapa yang tidak punya tanah air, tidak akan punya sejarah. Sebab, sejarah ditulis di atas tanah air. Siapa yang tidak punya sejarah akan terlupakan. Itulah sebabnya, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah karena ingin membangun tanah air.

“Amankan dulu tanah air, baru bicara Islam. Tidak mungkin dakwah Islam dijalankan kalau tanah air tidak aman,” tegasnya seraya menambahkan keheranannya ada ormas yang terus berbicara Islam, tapi tak pernah menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka seolah-olah membangun negeri di atas angin.

Lantik Rektor UNUSU 

Sebelum membuka Pra Muktamar NU, Ketua Umum PBNU Prof Said Aqil Siroj terlebih dahulu melantik Prof Dr Ahmad Rafiki Tantawi sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) periode 2015-2020.

UNUSU, katanya, didirikan berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud Nomor 576 tertanggal 17 Oktober 2014 tetang izin Pendirian UNUSU. “UNUSU merupakan perguruan tinggi NU ke-24 yang diridikan PBNU di Indonesia. Ini murni milik PBNU, bukan yayasan,” tegas Said Aqil.

Rektor UNUSU yang baru dilantik Prof Ahmad Rafiki Tantawi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan mendapatkan dukungan dari Kopertis I Sumut terkait pendirian perguruan tinggi swasta tersebut. “Namun, dukungan itu saja tidak cukup karena harus dihadapkan dengan tuntutan kualitas internal sesuai ketentuan Permendikbud 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” ujarnya.

Ikut memberikan sambutan dalam acara ini, Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho, Ketua PWNU Sumut, H Afifuddin Lubis, Ketua  Steering Committee (SC) Muktamar NU, KH Selamet Effendy Yusuf, dan Rais ‘Aam PBNU KH Mustofa Bisri. [] ris/tm/NUOnline

 

Editor / Redaktur : Ridwan Saleh