Beranda HUKUM & PERISTIWA

Kerap Dianiaya, IRT di Pondok Serut Laporkan Suami ke Polres Tangsel

820

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Beredar sebuah foto di group WhatsApp salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) penggiat anti narkoba wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), tampak dalam foto tersebut sosok wanita dengan wajah lebam terlihat di bagian pipi sebelah kiri diduga usai mendapat kekerasan, pada Kamis (26/8) sekitar pukul 18.04 wib.

Diketahui foto tersebut dikirim oleh ‘AY’ admin group yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas. Disinyalir foto yang disertai tulisan tersebut mengandung sebuah informasi dan pertanyaan yang tertuju kepada anggota group, bahwa ada salah satu keponakan dari Sekjen Ormas yang dipimpinnya, telah membuat Laporan Polisi (LP) terkait tindak pidana Pasal 351 KUHP perkara penganiayaan, namun hingga kini kasusnya belum tuntas.

“Kirain di Tangsel ada PPA… ternyata blm ada ya… ksiaan bgt si MD (ponakan sekjen … …) kasus nya blm d tangani.pdhl sdh lama..” sebut tulisan yang menyertai foto korban.

Mengetahui hal tersebut, tim media suaratangsel.com mencoba menggali lebih dalam terkait sumber kebenaran dari informasi yang beredar. Saat dihubungi ‘AY’ membenarkan prihal foto yang dikirimnya.

“Iya benar bang penganiayaan. Dibicarakan di sekretariat ya,” kata AY kepada wartawan seraya memberikan titik lokasinya.

Saat di konfirmasi awak media, korban MD (30) Ibu Rumah Tangga (IRT), mengaku sudah  7 tahun menjalani hidup berumah tangga dengan suaminya AS (47).

“Di pernikahan kali kedua ini, saya berharap mendapat kebahagian rumah tangga Samawa bersama AS, namun diluar dugaan, saya malah sering mendapatkan perlakuan kasar dari sang suami,” kata MD di rumah orang tuanya yang sekaligus Sekretariat Ormas anti narkoba di Setia Budi Raya, Kebun Manggis RT 02/04 Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, Kamis (26/8/2021) malam.

Lebih lanjut MD menceritakan, kalau dirinya sering dianiaya oleh AS. Ditampar, dipukul, bahkan sampai di cekik. Sudah hampir dua tahun terakhir ini dirinya selalu mendapat perlakuan yang tidak baik dari AS.

“Bulan Juni, Juli hinga Agustus 2021 ini MD mengalami kekerasan disertai penganiayaan secara berturut-turut,” ungkapnya.

Penganiayaan terakhir kali terjadi di kediaman suami (Mertua MD) wilayah Pondok Serut Tiga RT 01/03, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Tangsel, pada Selasa (17/8) lalu.

Usai kejadian, MD memutuskan untuk pulang ke rumah orang yang melahirkan dan membesarkannya (Ayah dan Ibu Kandung DM).

Melihat buah hatinya pulang kerumah dalam keadaan wajah penuh lebam dan membiru, orangtua MD syok, dan menyarankan kepadanya untuk segera melakukan visum dokter, kemudian melaporkan AS ke Polisi.

Saya pun mulai geram dengan apa yang sudah dilakukan oleh suami saya, dan saya pun sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Tangerang Selatan, dan laporan saya sudah diterima Banit II SPKT Polres Tangsel, Briptu Manganar C Lubis. Berdasarkan LP Nomor: TBL/B/1049/VIII/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA pada hari Rabu 18 Agustus 2021 sekitar pukul 20.30 wib. Namun hingga kini belum ada penindakan,” terang MD.

“Berulang kali dia melakukan penganiayaan dan kekerasan terhadap saya, tapi saya selalu memberikannya maaf. Tapi untuk kali ini saya sudah tidak tahan dan sudah geram dengan sikap dia, dan saya pun melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Karena takut dan trauma, kini MD memilih untuk tinggal dan menetap di rumah orang tuanya.

“Atas peristiwa penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan oleh AS terhadap MD, MD pun meminta kepada penegak hukum agar masalahnya segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Untuk keseimbangan berita, wartawan suaratangsel.com sudah menghubungi pihak Polres Tangsel, namun belum ada jawaban.

(Mdn/Fhm)