Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGSEL

Kemenpora, Mutual Indonesia dan KNPI Tangsel Gelar Pelatihan Kepeloporan Pemuda

219
kepeloporan

Serpong, SUARA TANGSEL –  Kata Bung Karno, Proklamator RI dalam Pena Soekarno, “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kutipan ini menegaskan bahwa betap pentingnya kepeloporan pemuda dalam pergerakan nasional bangsa ini sejak 1908 – 1998.

Untuk itu, Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) RI bekerjasama dengan lembaga Mutual Indonesia dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan Pelatihan Kepeloporam Pemuda dengan Tema : Peningkatan Semangat Nasionalisme Pemuda di Kota Tangerang Selatan, yang dilaksanakan di Hotel Santika, BSD, dan diresmikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangsel, Rabu (27/1/2016)

Dalam sambutannya, Kadispora Kota Tangsel Chairudin mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi acara ini, kepemudaan di Tangsel harus terus ditingkatkam kulitasnya, terlebih dengan adanya ‘Gafatar’ belakangan ini,  yang secara tidak langsung banyak mempengaruhi unsur  pemuda di Tangsel, dengan kegiatan seperti ini setidaknya pemuda Tangsel dapat lebih terbina, juga lebih terjaga ,dan dapat lebih berkarya tidak hanya untuk Tangsel tapi juga untuk Indonesia,” kata Kadispora.

Sementara, Ketua lembaga Mutual Indonesia (MI) Arif, menjelaskan bahwa pelatihan kepeloporan pemuda yang dilaksanakan kali ini lebih kepada peningkatan kualitas pemuda di Kota Tangsel. Sebenarnya banyak pemuda berprestasi tapi tidak diketahui keberadaannya, karenanya kegiatan sperti ini perlu diadakan sesering mungkin.

“Diharapkan dengan kegiatan pelatihan ini, generasi muda Tangsel dapat menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan kepemudaan di Tangsel, termasuk menjadi pelopor dalam menekan tingkat kenakalan pemuda, terorisme dan narkoba, ” tandas Arif.

Sedangkan, Asisten Deputi Kepeloporan Pemuda Dr. Sofwan M.Pd, mengatakan, meski banyak kendala dalam meningkatkan kualitas kepemudaan di Indonesia terutama dalam kepeloporan kepemudaan, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk menunda usaha peningkatan kualitas pemuda Indonesia agar mereka dapat menemukan jati dirinya ke hal yang lebih baik dan positif .

“Dengan keterbatasan anggaran yang hanya 1,6 trilyun di Kementerian, akan sangat sulit dan fokus meningkatkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pemuda sampai ketingkat yang paling bawah, selama ini program tersebut hanya sampai di tingkat provensi,” ungkapnya.

“Karenanya,  saya berharap kegiatan yang dilakukan Mutual Indonesia ini dapat menjadi terobasan baru dan perintis kegiatan kepemudaan di tahun 2016 ini, dan kegiatan tersebut akan diprioritaskan untuk tiga hal yakni, prioritas kepeloporan, kewirausahaan dan kepemimpinan, “pungkas Sofwan. (hendra)