Beranda HUKUM & PERISTIWA

Kekerasan Terhadap Anak, Penangan Kasus Lamban, Berkas Masih Bolak-balik Kejaksaan

300
kekerasan-terhadap-anak-paud

Jakarta, SUARA TANGSEL – Penanganan kasus kekerasan pada anak yang terjadi di PAUD Bright Kids Preschool  di Jakarta Utara terkesan lamban. Pasalnya, MPU inisial guru yang melakukan kekerasan terhadap WT, anak usia 5 tahun, di PAUD tersebut masih melenggang santai, meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pasal yang dikenakan kepada MPU antara lain pasal 76 C ayat 1, UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan penjaran.

Guru tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, dapat dikenakan pasal 76 C jo 80 ayat 1, UU NO. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman pidana 3 tahun 6 bulan penjara.

Menurut Kasipidum Kejaksaan Negeri  Jakarta Utara, Dado Achmad, SH.MH, berkas perkara kekerasan terhadap anak belum lengkap alias belum P-21, dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi. Selebihnya, jika penyidik sudah melengkapi dan berkas sudah P-21, maka segera kita limpahkan ke PN  Jakarta Utara.

Sementara, menurut pengacara korban, Jefri Luanmase, SH kasus kekerasan terhadap anak, sekarang ini masi  pada tahap P-19. “Berkas perkara  dianggap belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik Polsek Pademangan untuk memenuhi syarat materil maupun formil,” terang Jefri, Kamis (1/9).

Sesuai fakta kasus ini unsurnya sudah terpenuhi,  sesuai pasal 183 KUHP. Tapi berkasnya masih bolak-balik dari penyidik Kepolisian ke Kejaksaan, dengan alasan masih ada petunjuk dari kejaksaan yang tidak dipenuhi penyidik  Polsek Pademangan.

Menurutnya, bolak-baliknya berkas kasus kekerasan terhadap anak ini dari Kepolisian ke Kejaksaan, karena penyidik kepolisian tidak kunjung melampirkan bukti tanggal dalam berkas perkara yang dikirim ke Kejaksan.

“Sesuai petunjuk Jaksa, permintaan saksi ahli terkait kasus kekerasan terhadap anak ini, secara hukum bukti fisum forensik, dan bukti keterangan phsikolog, serta keterangan saksi dari pihak sekolah sudah dipenuhi, sesuai pasal 183 KUHAP, sebagai alat bukti yang sah,” Urai Jefri.

Selanjutnya, “Bila berkas perkara telah dilengkapi sebagaimana petunjuk, maka menurut ketentuan  Pasal 139 KUHAP Jaksa Penuntut Umum segera menentukan sikap untuk dilimpahkan ke Pengadilan,” pungkasnya. (Dw)