Beranda PROFIL

Julham Firdaus, Ingin Lebih Baik dan Bermanfaat Bagi Orang Lain

726
Julham Firdaus

Pamulang, SUARA TANGSEL – Julham Firdaus, tokoh pemuda yang tidak asing lagi di kalangan muda dan masyarakat di wilayah kelurahan Buaran, kecamatan Serpong, dan kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat ini, Julham diamanahkan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) organisasi masyrakat yang baru saja dideklarasikan 29 November lalu di Tangsel, yakni, Badan Musayawarah Tangerang Selatan atau BAMUS Tangsel.

Pria kelahiran Tangerang, Ciputat 19 Juni 1980 ini merupakan anak dari seorang tokoh masyarakat Ciputat, yakni Mandor Ibrohim. Dalam kesehariannya, Julham biasa dipanggil Bang Bodag oleh teman-temanya. Dia merupakan sosok muda yang paham betul dengan hitam putihnya dunia kepemudaan, khususnya di kota Tangsel.

Banyak peristiwa pahit yang dialami dirinya, membuat ia berkaca dan berpikir untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain, seperti sabda Nabi Muhammad Saw, “khairunnas anfauhum linnas”, yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, berangkat dari sinilah ia berpikir untuk menjadi lebih baik lagi.

“Saya sudah cukup lama berkiprah di dunia kepemudaan, bagaimana dulu saya mencari pendapatan melalui proses yang tidak baik, dari yang saya alami itu, saya berfikir bahwa keserakahan dan kesombongan bukan suatu tindakan yang bisa membangun diri kita, dari banyak peristiwa pahit yang telah saya alami saat itu, ketika saya berada dilingkungan gelap, dari situlah saya berpikir untuk menjadi sosok manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain, namun dengan cara-cara yang tentunya lebih baik. Inilah titik balik buat saya, sehingga saya bisa menjadi lebih baik seperti saat ini,” kata Julham menuturkan pengalaman hidupnya kepada suaratangsel.com di rumahnya, Jalan H. Jamat, Rt 03/05, kelurahan Buaran, kecamatan Serpong, beberapa waktu lalu.

Terkait dengan BAMUS Tangsel yang didirikannya bersama Subari Martadinata serta beberapa tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di kota Tangsel, Bang Bodag mengaku tidak memiliki kepentingan apa-apa selain untuk mensejahterakan rakyat lewat organisasi yang baru saja dideklarasikan diakhir November lalu.

“BAMUS adalah suatu lembaga atau organisasi yang saya dirikan bersama teman-teman muda lainnya, ini semua berangkat dari kurangnya ketertarikan masyarakat terhadap organisasi-organisasi yang sudah lebih dulu ada, yang kerjanya hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja. Karena itulah, saya bersama teman-teman muda dan dengan dukungan tokoh masyarakat lainnya, kami mendirikan BAMUS,” ujar Julham yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Pendiri dan Delalator Partai Demokrat (FKPD) kota Tangerang Selatan.

Dia menambahkan, bahwasanya BAMUS adalah lembaga yang membawa budaya lama bangsa Indonesia, yaitu goton royong dan musyawarah, dengan mengembalikannya menjadi energi yang terbarukan ke dalam sebuah entitas masyarakat modern yang mulai tercerabut dari nilai-nilai budaya bangsanya sendiri.

“Gotong royong dan musyawarah adalah nilai budaya bangsa kita yang mulai terlupakan, nilai-nilai ini haru kita bawa kembali di peradaban modern saat ini. Banyak permasalahan di masyarakat yang terjadi dan tak tertangani disebabkan karena kurangnya gotong royog dan musyawarah di dalam memecahkan masalah tersebut, hal inilah yang menjadi salah satu alasan dibentuknya BAMUS Tangsel,” tegas Julham, ayah dari dari Gina Amalia Firdaus (8), dan Raden Jampang Firdaus (4).

Karakter Bodag yang tegas, gaya bicarnya lantang dan penuh semangat ternyata adalah sosok pria yang sangat romantis dan penyayang di mata istrinya,  Oktora Sulistya S, wanita yang dinikahinya tahun 2006.

“Bang Julham adalah suami yang sangat baik, romantis, dan sayang sekali dengan keluarganya, terutama ibunya, selama saya berumahtangga dengannya semua momen jadi momen yang mengesankan bagi saya, menurut saya juga dia adalah seorang imam yang baik, kalau orang yang menilai dia dari luarnya saja, memang  dia itu terkesannya sangat keras, ya memang begitu, gaya bicaranya tegas dan bersemangat, terlepas dari masa lalunya, bagi saya dia itu the best dan saya merasa sangat beruntung menjadi istrinya,” ungkap Oktora.

Diakhri perbincangannya dengan suaratangsel.com Julham atau sering dipangil Bang Bodag menyampaikan harapan dan pesannya kepada para pemuda di kota Tangsel untuk mempertahan adat istiadat atau tradisi yang baik dari bangsas ini, jangan terlena dengan budaya Barat yang menjerumuskan kita pada perpecahan dan kehancuran sebagai anak negeri, khususnya anak Tangsel.

“Menurut saya dalam hal harapan dan pesan kepada para pemuda di kota  Tangsel khususnya, adalah jangan melupakan sejarah serta adat istiadat yang menggambarkan bahwa gotong royong dan musyawarah adalah budaya leluhur yang harus kita junjung tinggi dalam hidup bermasyarakat,” terangnya

Bang Bodag pun berkata, “jangan lupa, hormatilah orang tua, lalu kemudian seringlah bersilaturahmi terutama kepada keluarga karena dengan silaturahmi akan memanjangkan umur dan terbuka pintu rezeki kita, begitu juga dengan musyawarah jadikanlah ia alat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki sekarang serta tetaplah  berpegang teguh pada nilai keimanan dan keyakinan yang dianut,” pungkas Julham.

(kibo)