Home / BISNIS / Jualan Batu Akik, Nenek 70 Tahun Ini Jadi Jutawan

Jualan Batu Akik, Nenek 70 Tahun Ini Jadi Jutawan

Padang, SUARA TANGSEL – Saat ini demam batu akik sudah mulai merambah bahkan hampir menjadi fenomena tanah air, nama dari jenis batu akik ini bermacam-macam namun sesuai dengan ciri-ciri dan keunikannya masing-masing batu ini.

Hobi ternyata tak mengenal usia, bahkan hanya dimulai dari hobi pun bisa mendatangkan rezeki yang tak terduga, hingga meraup jutaan rupiah perharinya. Seperti yang dialami oleh Suarni, nenek yang berusia 70 tahun ini tinggal bersama tiga orang anak perempuannya di kawasan Purus Lima, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.

Di tempat ini, terdapat tiga jenis batu akik khas Sumatera Barat, seperti lumut sungai dareh, lumut suliki dan cimpago limau manis atau red maroon. Bahkan, dengan jutaan koleksi batu akiknya nenek ini di panggil dengan sebutan Ratu Akik Red Maroon dari ranah minang.

Nenek ini secara serius menekuni hobinya ini sejak tahun 1985 sebagai pengkoleksi batu akik. Namun belakangan tren batu akik tengah kembali booming bahkan melebih pada era-nya dahulu, hobi dari tahun 80an ini beralih menjadi bisnis yang bisa menjadikannya nenek ini seorang jutawan.

Jenis kelamin bukanlah sebuah penghalang baginya untuk menekuni bisnisnya ini. Bermodalkan sebuah alat pengasah batu tradisional, nenek ini bisa mengolah batu akik hingga ratusan biji dalam satu hari. Dengan cekatan sebuah bongkahan batu atau biasa disebut dengan bahan ini diolah dan diasah oleh nenek bersama tiga orang anak perempuannya di rumah Suarni melakoni pekerjaannya sebagai pengasah batu akik ini menjadi sebuah batu cincin yang indah dan menawan. Sehingga harga jualnya pun bisa mencapai jutaan rupiah.

Dalam sehari, Suarni bersama anaknya bisa meraup uang hingga Rp 5 juta dari bisnisnya ini. Mungkin, bahan-bahan batu akik miliknya inipun di dapatkannya sendiri dengan cara mencari ke gunung atau ke sungai yang masih alami.

Bisnis batu akik ini memang unik, batu akik ini sama sekali tidak memiliki pajak. Namun bisa memainkan harga jika batu akik tersebut berjodoh dengan pembelinya. WOW menarik Bukan? Pelanggannya pun tak hanya dari dalam Kota Padang saja, melainkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Selain diperuntukan sebagai perhiasan atau pemanis jari, batu akik ini kononnya menjadi lambang atau identitas strata seseorang yang memakainya, sesuai dengan jenis batu yang digunakannya.[] ris/laruno.com

 

Editor/Redaktur: Ridwan Saleh

Check Also

Indonesia Digital Popular Brand Award 2017

22 Merek Franchise Popular Pilihan Netizen 2017

Jakarta, SUARA TANGSEL – FranchiseGlobal.com bekerjasama dengan Tras N Co Research dan IMFocus DigiMarketing Consultant ...

suaratangsel.com