Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGSEL

Jelang Pemilihan Ketua Pokja Wartawan Tangsel, Panitia Ingatkan Jaga Tradisi Fair Play

1413

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Tiga orang awak media yang bertugas di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) maju ke bursa pencalonan ketua kelompok kerja wartawan (Pokja) masa bakti 2021 – 2023.

Dalam prosesnya, mereka akan bersaing merebut suara dukungan puluhan orang dari anggota komunitas jurnalis yang punya hak suara di pokja wartawan Tangsel.

Ketua panitia penyelenggara musyawarah besar (Mubes Pokja Wartawan Harian Tangsel ke-VII Herlan K Adiwisastra  mengatakan, panitia mengecam keras adanya praktik transaksional dalam pemilihan ketua pokja Tangsel.

“Tradisi di komunitas kami, calon yang maju enggak harus berkantong tebal. Dan kami sangat mengecam adanya praktik transaksional dalam pemilihan pokja warrawan,”ungkap Herlan Rabu (20/10/2021).

Di beberkan Herlan, ketiga bakal calon yang telah resmi mendaftarkan diri tersebut adalah petahana atas nama Rizky Suhaedi, wartawan RMOnline Banten, Fachrul Rozi kontributor Trans7, dan juga Hambali awak media Okezone.

Herlan juga menjelaskan, sejak awal pemilihan organisasi jurnalis ini dilaksanakan memegang teguh pakem antipraktek jual beli suara. Setiap kandidat hanya perlu modal meyakinkan para anggota yang punya hak pilih.

“Pakem larangan jual beli suara, bagi kami muaranya juga menjadi pesan moril ke publik. Tanpa politik uang maka akan menghasilkan pemimpin berkualitas,” jelas Herlan.

Selanjutnya, ketiga calon mulai gerilya menggaungkan visi dan misi jika nantinya terpilih. Panitia melarang keras terhadap setiap calon beserta tim pemenangan melakukan kampanye hitam (black campaign).

Masih menurut Herlan, sesuai agenda pemilihan calon ketua dalam Mubes yang ke-VII, rencananya akan digelar pada Jum’at, 12 November 2021 mendatang di Sekretariat Pokja Wartawan Harian Tangsel, Jalan Raya Maruga, Serua, Kecamatan Ciputat, tepatnya persis seberang Masjid Al-I’thisom.

“Diharapkan rekan-rekan semua selalu bisa menjaga tradisi fair play. Mari kita terus buktikan, bahwa mubes pokja selalu demokratis tanpa praktek transaksional jual beli suara,” tegasnya. (Mhd/Adt)