Home / KESEHATAN / RSU TANGSEL / Jangan Takut, Jika Miliki Masalah Kejiwaan Segera Periksa ke Dokter Ahli Jiwa

Jangan Takut, Jika Miliki Masalah Kejiwaan Segera Periksa ke Dokter Ahli Jiwa

Pamulang, SUARA TANGSEL – Kesehatan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara negara maju, modern dan industri. Keempat masalah kesehatan utama tersebut adalah penyakit degeneratif, kanker, gangguan jiwa dan kecelakaan. Meskipun gangguan jiwa tersebut tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidakmampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan karena mereka tidak produkti

World Health Organization atau WHO, Badan Kesehatan Dunia, pada tahun 1990 melaporkan bahwa dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan disabilitas, 5 diantaranya adalah masalah kesehatan jiwa yaitu: depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. Kini lebih dari 450 juta orang di dunia telah menderita gangguan jiwa dalam berbagai bentuk. Badan Kesehatan Dunia ini bahkan memprediksikan pada tahun 2020 nanti, depresi akan menjadi penyakit urutan kedua yang sangat menjadi beban dunia.

Seorang penderita gangguan jiwa memeluk sebuah tiang saat dirawat di Yayasan Sosial Galuh, Rawalumbu, Bekasi (merdeka.com)

Karena itu, disetiap tanggal 10 Oktober, masyarakat dunia, termasuk Indonesia selalu memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini. Tahun ini merupakan tahun yang ke-24, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini diperingati.

Di sisi lain penderita gangguan jiwa sering mendapatkan stigma dan diskriminasi yang lebih besar dari masyarakat disekitarnya dibandingkan individu yang menderita penyakit medis lainnya. Perlakuan ini disebabkan karena ketidaktahuan atau pengertian yang salah dari keluarga atau anggota masyarakat mengenai gangguan jiwa

Siapa sih orang yang mau disebut mengalami gangguan jiwa? Meskipun orang tersebut memang benar-benar mengalami gangguan kejiwaaan. Di antara kita selalu ada anggapan kalau gangguan jiwa itu identik dengan gila, padahal tidak semua orang yang mengalami gangguan jiwa bisa disebut gila. Mungkin lebih tepatnya, orang gila adalah orang yang sudah mengalami gangguan jiwa akut.

Menurut dr. Rudy Wijono, SpKJ, dokter spesialis kesehatan jiwa yang bertugas di Poli Kejiwaan RSU Kota Tangsel, bahwa setiap orang memiliki faktor kerentanan terhadap gangguan jiwa pada setiap masalah kehidupan yang dialami dari seseorang itu sendiri.

“Misalnya ada sepasang anak kembar, yang satu ditinggal pergi (meninggal-red) pasangannya tetapi dia bisa melaluinya, lalu kembaran yang satunya lagi juga ditinggal meninggal oleh pasangan hidupnya, tetapi dia tidak kuat menghadapi tekanan hidupnya sehingga mengalami gangguan kejiwaan, nah itulah yang disebut dengan faktor pencetus, tetapi bukan faktor penyebab terjadi nya gangguan kejiwaan” terang dr. Rudy Wijono.

Menurut dr. Rudy, masalah yang terjadi pada orang yang mengalami gangguan jiwa, semuanya berpusat di otak, menurut beberapa penelitian yang menunjukan tentang orang yang mengalami gangguan jiwa, jika tidak segera ditangani dan di terapi maka akan semakin besar kerusakan otak yang di alami dan menyebabkan ke cacatan mental yang berat sehingga semakin sulit untuk di obati.

Jika ada anggota keluarga atau orang yang berada dilingkungan kita ada yang sedang mengalami gangguan kejiwaan, lanjut dokter Rudi, “Tidak usah takut dan segeralah memeriksakan keluarga atau orang tersebut ke dokter ahli jiwa secepatnya, karena semakin cepat dia ditangani dan semakin cepat dia mendapatkan obat, semakin cepat pulih maka semakin kecil juga kemungkinan kerusakan otak yang terjadi jika segera ditangani”.

Masih banyak orang yang mengalami masalah dan gangguan kejiwaan, menerima perlakuan buruk oleh masyarakat, bahkan oleh keluarganya sendiri. Banyak masyarakat yang memandang sebelah mata orang-orang pengidap gangguan jiwa. Hal tersebut, menurut dr.Rudy, tidak seharusnya dilakukan karena dapat memperburuk kondisi para pengidapnya.

“Setiap seseorang yang sedang mengalami peristiwa hidup yang berat, maka biasanya akan rentan terjadi gangguan kejiwaan pada orang tersebut, untuk itu kita yang berada di lingkungan terdekatnya  perlu memberikan perhatian dan motivasi serta pembinaan, agar peristiwa hidupnya dapat dilewati. Tetapi jika memang sudah melebihi batas kewajaran, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan segera di obati” jelasnya.

“Dalam menjalani hidup yang sehat dan menjadikan karakter jiwa yang kuat, yang jelas dimulai dari diri kita sendiri untuk menjalankan hidup sebagaimana kodratnya, istirahat yang cukup, pola makan yang seimbang, menjaga kehidupan dalam bersilahturahmi, dan spiritualnya pun harus di seimbangkan, ikutilah aturan yang berlaku, dan lakukanlah hal itu secara berulang-ulang” himbau dr.Rudy Wijono.

Editor : AF Hanafi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

RSU Kota Tangsel Lakukan Tes Kesehatan Tiga Calon Sekda

Pamulang, SUARA TANGSEL – Bekerjasama dengan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah ...

suaratangsel.com