Beranda PROFIL

Iriana, Sosok Ibu Negara yang Sederhana

413
Ibu Negara, Iriana Joko Widodo
Iriana_Joko_Widodo
Ibu Negara, Iriana Joko Widodo

SUARA TANGSEL.COM – Mengenal sosok perempuan di belakang para pemimpin negara tentu sangat menarik, dan mungkin anda perlu mengetahui sedikit mengenai sosok cantik dan beribawa, Hj. Iriana atau juga dikenal dengan Ibu Iriana Joko Widodo, (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 1 Oktober 1963; umur 51 tahun) adalah istri dari Presiden Indonesia ketujuh, Ir. H. Joko Widodo, saat ini Ia adalah Ibu Negara Indonesia yang dijabatnya sejak 20 Oktober 2014.

Iriana menikah dengan Joko Widodo di Solo, tanggal 24 Desember 1986, dan memiliki 3 orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1 Oktober 1988),Kahiyang Ayu (20 April 1991), dan Kaesang Pangarep (25 Desember 1994).

Iriana adalah cinta pertama Jokowi

Perkenalan Iriana dengan Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi dapat dikatakan terjadi secara tidak sengaja.

Iriana adalah teman adik Jokowi, Iit Sriyantini. Saat masih sekolah, perempuan kelahiran 1 Oktober 1963 di Kota Solo itu sering berkunjung ke rumah Jokowi diajak Iit. Tanpa sengaja, Iriana bertemu Jokowi yang saat itu masih kuliah di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Dari pertemuan itulah mereka berdua akhirnya menjalin hubungan asmara. Empat tahun lebih menjalin kasih, pada 1986, sehari menjelang Natal, Jokowi akhirnya menikahi Iriana. Cincin kawin mereka seharga Rp 24.000.

Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo mengatakan, Iriana adalah cinta atau pacar pertama dan terakhir Jokowi.

Saat menikah, Jokowi sudah bekerja di PT Kertas Kraft Aceh. Jokowi akhirnya memboyong Iriana tinggal di Aceh. Keduanya kembali ke Jawa saat Iriana hendak melahirkan anak pertama mereka.

Akrab dipanggil Ana, semenjak menikah dengan Jokowi, Iriana yang menyandang gelar sarjana ekonomi, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merawat suami dan 3 anak mereka.

Ketika suaminya menjabat Walikota Solo, Ana memimpin kegiatan PKK dan banyak menjalankan kegiatan sosial yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Salah satunya masalah kemiskinan.

Kepeduliannya pada ‘wong cilik’ di Solo, karena dulu suaminya juga pernah merasakan rumah digusur tanpa ada pesangon. Ana tak mau kejadian pahit itu dialami lagi oleh warga Solo. Untuk memberdayakan warga, dia banyak membuat program-program pelatihan usaha.

Kedekatannya dengan rakyat, membuat banyak warga Solo merasa kehilangan ketika Ana hijrah ke Jakarta, menemani suaminya yang menjabat Gubernur DKI.

Penyuka yoga ini sangat mempedulikan suami dan anak-anaknya. Ana bahkan punya resep khusus untuk tetap menjaga stamina sang suami yakni jamu temulawak, campur jahe, kacang hijau dan terkadang ditambahkan madu. Resep ini sudah diberikan sejak 17 tahun lalu.

Meski menjadi istri pejabat, Ana tak mau bersikap seperti seorangndoro. Tak jarang dia mengerjakan pekerjaan rumah sekalipun ada pembantu. Ana juga lebih senang berbelanja ke pasar tradisional, terutama Pasar Klewer Solo.

Seperti suaminya, Iriana memang dikenal sebagai perempuan sederhana dan bersahaja. Perempuan yang dikenal ramah dan selalu ceria ini tak pernah tampil glamour. Rias wajahnya tak pernah menor, dan tak penah mengenakan barang-barang mewah.
Saat suaminya dilantik menjadi Gubernur Jakarta, 15 Oktober 2012, Iriana hanya tampil dengan kebaya putih tanpa aksesoris yang mencolok. Pada masa kampanye akhir Juni lalu, Iriana mengubah penampilan dengan mengenakan hijab. Sang suami sempat menggodanya, dengan mengatakan penampilan baru itu membuat Ana terlihat lebih cantik.

Iriana juga tampil cantik dan mencolok dengan kebaya kartini warna biru tosca motif jumputan di acara pelantikan menteri Kabinet Kerja, Senin (27/10/2014). Saat akan menaiki golf car menuju Istana Kepresidenan, Iriana menjawab pertanyaan wartawan yang mendekatinya.

“Bu, cantik banget hari ini,” puji wartawan.

“Ya, terima kasih,” kata Iriana sambil tersenyum.

“Dipilihin Pak Jokowi lagi, Bu?” tanya wartawan.

“Iya ini dipilihin Pak Joko,” kata Iriana sambil naik golf car didampingi ajudannya, masuk ke kompleks Istana.

Ini adalah kali kedua Iriana mengaku pakaiannya dipilihkan oleh suaminya. Kebaya kutubaru warna oranye yang dikenakannya pada pelantikan Presiden-Wapres pada 20 Oktober 2014, menurut Iriana, warnanya merupakan pilihan Jokowi.

Karier :

Ibu Negara Indonesia (Sejak 2014)

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta (2012 – 2014)

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta (2005 – 2012)

**(ris/st)