Home / PELAYANAN / BP2T TANGSEL / Inilah Klarifikasi BP2T Tangsel Soal Sidak Bawaslu RI Terkait Baliho Bergambar Petahana
Bilboard BP2T Tangsel

Inilah Klarifikasi BP2T Tangsel Soal Sidak Bawaslu RI Terkait Baliho Bergambar Petahana

Serpong, SUARA TANGSEL – Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bawaslu RI pada tanggal, 15 Oktober 2015 lalu, terkait dugaan pelanggaran PKPU No.7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2015, Sidak Bawaslu ini didasarkan pada laporan pasangan calon nomor urut 1, Ikhsan Modjo – Li Claudia Chandra yang melaporkan kalau petahana calon walikota Airin Rachmi Diany dan wakil walikota Benyamin Davnie telah memanfaatkan pasilitas pemerintah untuk berkampanye.

Pasilitas pemirintah yang dimaksud oleh Tim Kuasa Hukum Ikhsan – Li Claudia adalah baliho atau billboard lama yang didalam masih terpasang gambar dan nama dari petahan calon walikota dan wakil walikota Airin – Ben yang belum bisa diturunkan karena alasan teknis.

Kabid Wasdal BP2T, Ayep Jajat Sudrajat menjelaskan, “baliho yang diduga sebagai bentuk pelanggaran kampanye calon petahana tersebut adalah baliho lama, yang dibuat beberapa tahun lalu, jadi pada saat kontrak iklan di baliho itu habis, secara otomatis dicopot, dan ketika dicopot maka yang ada baliho lama bergambar paslon petahana.”

Ayep kemudian melanjutkan, “sebelum sidak dari Bawaslu pada tanggal, 15 Oktober itu, Panwaslu kota Tangsel telah mengirim surat kepada kami (BP2T), dan kami pun telah memanggil JPO perusahaan-perusahaan yang ada disepanjang Jalan Raya Serpong untuk segera menurunkan iklan yang ada foto atau gambar petahana, artinya dalam hal ini kami telah melaksanakan himbauan dari Panwaslu kota Tangsel untuk segera menurunkan atau mengganti gambar petahan di baliho yang dimaksud,” jelals Ayeb.

Kabid Wasdal BP2T ini terus melanjutkan penjelasannya,”dalam hal teknisnya kami kan tidak bisa mengerjakan sendiri, tentunya ada pihak lain yang bekerja sama dengan kami yang harus mengerjakannya, tapi mereka kan punya jadwal kerja sendiri sehinga belum semua baliho yang ada gambar petahana itu dapat diturunkan segera,”ujar Kabid Wasdal BP2T.

Selanjutnya kata Ayep, “ dari semua baliho yang telah diturunkan, memang masih ada satu baliho yang terdapat di jembatan penyebrangan Aztek yang belum diturunkan, ini terkait dengan proses pengerjaan printing baliho baru yang akan digunakan sebagai penutup iklan baliho yang lama.”

“Saat sidak Bawaslu RI ke Tangsel terkait baliho tersebut, sebelumnya kami telah dihubungi Panwaslu untuk segera menertibkan balihot itu. Karena itu, tak sampai 30 menit kemudia setelah sidak itu dilakukan baliho yang dipersoalkan tersebut akhirnya kami tutup dengan baliho baru tanpa gambar petahana.” Terang Ayep.

Lanjut Ayep, “ sebenarnya itu adalah iklan terkait tipologi yang bukan kewenangan kami, meski kami yang memberikan izin, tapi karena rasa tanggung jawab kami, maka kami kerjakan semua himbauan Panwas.”

Karenanya pada kesempatan ini, melalui suaratangsel.com kami ingin menyampaikan klarifikasi bahwa, “tidak ada sedikitpun indikasi pengabaian atau pembiaran, kami tahu betul konsekwensi dan tata tertib dalam masa Pilkada ini, jangankan pengaduan dari masalah Pilkada seperti ini, dari masyarakat saja kami langsung kerjakan, kami berusaha menjalankan tugas kami sebaik mungkin, agar tidak ada indikasi yang merugikan salah satu pihak terkait Pilkada Tangsel ini, semuanya kembali lagi ke proses pengerjaan yang memang membutuhkan skill teknis dari ahlinya, serta resiko pengerjaannya, karena hal itu membutuhkan waktu dan proses,” pungkas Ayep kepada suaratangsel.com, di Kantor BP2T Tangsel, Senin, 19 Oktober 2015, kemarin.

Jurnalis : Hari Kibo

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

stikerisasi-bp2t-kota-tangsel

BP2T Kota Tangsel Terus Gencarkan Stikerisasi Reklame Tanpa Izin

Serpong, SUARA TANGSEL – Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan ...

suaratangsel.com