Beranda BISNIS

IBM dan Badan Pembangunan Ekonomi Singapura Luncurkan: IBM Smarter Commerce Centre of Competency

32
0

SINGAPURA, 21 September 2015 (SUARA TANGSEL/PRNewswire) — IBM dan Dewan Pembangunan Ekonomi Singapura (Singapore Economic Development Board/EDB) mengumumkan terbentuknya IBM Smarter Commerce Centre of Competency (SCCOC) yang bertujuan untuk mengembangkan berbagai produk dan solusi baru dalam menjalankan bisnis belanja online dan meningkatkan keterlibatan konsumen.

Untuk melihat rilis multimedia, silakan klik: http://www.prnasia.com/mnr/ibm_201509.shtml

Dengan maraknya transaksi online di Asia Pasifik, menurut perusahaan riset yStats, Asia Pasifik mengalami lonjakan pertumbuhan transaksi online dan diproyeksikan tumbuh setiap tahunnya sekitar 20% antara tahun 2013 dan 2018, dan wilayah ini adalah – menurut perkiraan beberapa pihak –  pasar eCommerce terbesar di dunia saat ini dengan nilai pencapaian sebesar 567,3 miliar dolar AS.

“Berkat hadirnya berbagai teknologi media sosial dan selular, aktivitas perdagangan yang melibatkan teknologi kini bukan sekedar pendukung dalam ruang lingkup pemasaran secara keseluruhan, namun hal tersebut mempengaruhi kita dalam melibatkan konsumen pada seluruh siklus perdagangan, sehingga menempatkan konsumen sebagai pelaku utama di bisnis tersebut,” ujar Managing Director IBM Singapore, Tim Greisinger di event peluncuran SCCOC pada tanggal 2 September lalu.

Secara spesifik, keberadaan SCCOC diharapkan dapat meningkatkan empat kompetensi kunci dari perdagangan pintar (smart commerce): pembelian, penjualan, pemasaran, dan pelayanan terhadap konsumen — dengan menggunakan berbagai solusi perdagangan yang memanfaatkan platform cloud, analitik data, media sosial, dan keamanan (security). Sebagai contoh adalah perangkat piranti lunak yang membantu merancang  perjalanan konsumen (customer journey), dan analitik yang membantu menentukan cara untuk mempercepat proses perjalanan pembelian konsumen, atau menghilangkan kebimbangan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.

Pada pidatonya, Assistant Managing Director EDB, Thien Kwee Eng, menyampaikan, “EDB akan mendukung perusahaan yang mengembangkan berbagai kapabilitas digital yang didasari inovasi. Dan, hadirnya SCCOC merupakan bukti konkrit dari komitmen kami tersebut karena pusat ini nantinya akan meningkatkan kecanggihan layanan digital yang tersedia di Singapura. Inisiatif ini pun sejalan dengan target Singapura untuk mengembangkan dan membekali bakat-bakat lokal di bidang TIK dengan berbagai kemampuan relevan guna menghadapi beragam tantangan di industri ekonomi digital.”

IBM dan EDB akan menggandeng sejumlah asosiasi industri seperti Singapore infocomm Technology Federation (SiTF) dan Marketing Institute of Singapore (MIS) untuk membantu dan melatih para profesional di bidang pemasaran terkait cara memanfaatkan teknologi secara tepat dan efektif. Kedua lembaga saat ini juga tengah melakukan diskusi dengan perusahaan telekomunikasi lokal StarHub dan grup perbankan OCBC untuk berpartisipasi dalam  langkah awal ini.

Hingga akhir 2017, SCCOC diperkirakan akan mempekerjakan lebih dari 30 ilmuwan peneliti dan ahli teknik untuk memantau pengembangan produk dan solusi yang ada. Mereka akan terlibat di dalam perancangan panduan dan solusi analitis, pengembangan algoritma mutakhir, penggalian data untuk beragam platform, pengujian dan evaluas bentuk programatik, dan pengembangan model perencanaan.

SCCOC diharapkan dapat segera beroperasi penuh pada akhir tahun ini dan akan berlokasi di IBM Singapore Technology Park (ISTP), Tampines. ISTP juga merupakan lokasi IBM Client Centre dan fasilitas manufaktur mainframe System z dan sistem POWER IBM berada.

Jean-Claire Rozario
jeanroz@sg.ibm.com / +65-6418-3723

Charlene Lee
charlee@sg.ibm.com / +65-6418-1672

Video – http://static.prnasia.com/pro/media/201508/ibm/ibm.mp4
Foto – http://photos.prnasia.com/prnh/20150904/8521505768-a
Foto – http://photos.prnasia.com/prnh/20150904/8521505768-b
Logo – http://photos.prnasia.com/prnh/20150904/8521505768LOGO

Editor: PR Wire

Redaktur : AF Hanafi