Beranda BISNIS

Home Industri Kue Rumahan Masih Sangat Diminati Masyarakat

596
karyawan industri kue Rumahan/ Foto hendra Jaya Raja Ampat
IMG_1571
kue Yang sudah jadi dan siap antar/ Foto Hendra jaya Raja Ampat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ciputat suaratangsel.com ,-  Pagi yang sedikit grimis dan cuaca yang agak sedikit dingin memang beberapa hari ini sangat Terasa di wilayah kota Tangsel, karna curah hujan yang tinggi  dan memasuki musim penghujan pada bulan febuari , kendaraan saya terhenti pada warung Kopi yang memang tidak begitu jauh dari jalan, seperti biasanya sebelum melaksanakan Tugas kewartawanan saya memang penggemar kopi tubruk, karna rasa kopi dan aroma nya lebih terasa ketibang rasa manis gulanya, minum kopi tidak bisa lepas dari yang namanya cemilan apa lagi saya tidak suka merokok, saya mengambil kue yang berada tidak jauh dari meja kopi saya di warung itu, mata saya tertuju pada Kue yang menginggatkan saya pada masa kecil , kue kacang ijo dan kue gambang juga ada setoples kue kremes. Yang memang biasa banyak tersedia di warung warung . saya mengambil satu kue gambang yang berwarna coklat gelap. Gigitan pertama saya agak sedikit berbeda dengan  kue-kue  yang saya temui di beberapa tempat warung kopi. Selain rasanya lembut dan manis yang cukup juga bersih dan harga yang sangat murah , seribu per kue membuat saya terus berfikir bagaimana dengan harga semurah ini si pembuat dapat membuat kue yang terbilang nikmat, saya tertarik untuk menuju toples yang satunya bertuliskan M-H  Pada toples , kue kacang hijau yang renyah dan rasanya tidak jauh lebih nikmat dari kue yang saya makan sebelumnya, gara gara kue seribu yang nikmat ini saya langsung bertanya pada si pemilik warung lokasinya tidak jauh dari tempat saya minum kopi. Tidak banyak membuang waktu lagi saya langsung menuju sasaran.

Setiba ditempat pembuatan kue ada yang sedikit membingungkan saya , pabrik besar  karyawan yang banyak tidak lah seperti yang saya bayangkan. Rumah yang kecil  dan  hanya ada beberapa anak buah yang sedang menimbang terigu  dan sebagiannya lagi asik sibuk membuat aneka kue. Termasuk beberapa kue yang saya makan di warung kopi pagi tadi, sapaan ramah agak sedikit berdialek logat sunda kental menegur saya , AA darimana ada yang bisa saya bantu A, kata salah satu pembuat kue, tidak lama kemudian saya telah dipertemukan dengan si pemilik dan pengusaha  kue nikmat tersebut. Boss Nding biasa dipanggil demikian dilingkungan nya dan di pabrik.

Berkat berpuluh tahun malang melintang di usaha kue , bahkan ia sempat ditolak tolak di beberapa warung yang ingin dititipnya , ia dulu bukan sebagai pengusaha tapi sebagai anak buah yang menawarkan ke warung warung rela berpanas panasan, berhujan hujanan seperti kata pepatah Beraki rakit kehulu berenang ketepian bersakit dahulu bersenang kemudian mungkin itu pepatah yang pantas dinikmatinya sekarang,  wajar saja kue dan rasa juga inofasi bentuknya sangat menguasi pangsa pasar di wilayah Tangsel, depok bahkan bogor dan bekasi. Tulisan pada Toples M-H adalah Kependekan dari anaknya Muhamad Haikal katanya bersemangat ,Omzetnya sudah mencapai puluhan juta , dan sangat mementingkan kesejahtraan karyawannya, penjaja kuenya sudah puluhan, ketekunan pada bidangnya membuat usahanya tergolong sukses. / suaratangsel.com Hendra jaya Raja 4