Beranda TOPIK UTAMA INTERNASIONAL

Hagia Sophia Kembali Menjadi Masjid, Turki Tuai Pujian dari Dunia Arab

946

Ankara, SUARA TANGSEL – Keputusan Turki untuk mengubah ikon Istanbul Hagia Sophia kembali menjadi masjid menuai pujian di dunia Arab.

“Kami mengucapkan selamat kepada Turki dan kita semua atas perubahan Hagia Sophia kembali ke masjid, sebab ia milik semua Muslim,” Ekrema Sabri, imam Masjid Al-Aqsa Yerusalem, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Mufti Besar Oman, Ahmed bin Hamad al-Khalili, mengucapkan selamat kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Muslim di seluruh dunia karena membuka kembali Hagia Sophia sebagai masjid.

“Kami mengucapkan selamat untuk kita semua, seluruh negara Muslim, dan khususnya bangsa Turki yang dipimpin oleh pemimpinnya, Recep Tayyip Erdogan, karena mengubah Hagia Sophia kembali menjadi rumah ibadah di mana nama Allah akan kembali diagungkan dan disebut,” katanya di Twitter.

Kelompok Ikhwanul Muslimin menggambarkan keputusan Turki tentang Hagia Sophia sebagai “langkah bersejarah”.

Langkah ini “menegaskan kedaulatan rakyat Turki atas tanah mereka dan pelaksanaan hak-hak mereka,” kata juru bicara Talaat Fahmy dalam sebuah pernyataan.

Dikatakannya, keputusan pengadilan Turki untuk mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid berarti “mengembalikan hak kepada pemiliknya.”

Uni Maghrib Arab juga menggambarkan pembukaan kembali masjid Hagia Sophia untuk para jamaah sebagai “peristiwa bersejarah besar.”

“Kami ucapkan selamat yang tulus kepada dunia Islam secara umum dan khususnya kepada masyarakat Turki, yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada kesempatan pembukaan kembali masjid Hagia Sophia untuk shalat,” bunyi peryataan lembaga tersebut.

Pada hari Jumat (10/07/2020), pengadilan Turki membatalkan dekrit kabinet 1934 yang telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum. Setelah 85 tahun, keputusan ini membuka jalan untuk kembali menjadikannya sebagai masjid.

Pengadilan memutuskan bahwa bangunan yang dimiliki oleh yayasan yang didirikan oleh Sultan Mehmet II, penakluk Istanbul, dan disajikan kepada masyarakat sebagai masjid – status yang tidak dapat diubah secara hukum.

Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama berabad-abad di bawah pemerintahan Kekaisaran Bizantium. Situs ini berubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul pada tahun 1453. Namun pada tahun 1935, keputusan kabinet telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum.

(1st/SPNA)