Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Hadapi MEA, Buruh Bersatu Deklarasi Federasi Jasa, Industri dan Profesional (FJIP)

125
Buru Deklarasi FJIP

Jakarta, SUARA TANGSEL – Mengantisipasi serbuan buruh asing  dari Asia Tenggara dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Ratusan serikat buruh dari berbagai organisasi di Indonesia bersatu melakukan deklarasi Federasi Jasa, Industri, dan Profesional (FJIP), Jumat (11/3) lalu  di Gedung Juang 45, Cikini, Jakarta Pusat.

Ketua umum FJIP Achmad Ismail mengatakan organisasi tersebut muncul sebagai wadah perjuangan baru bagi buruh di Indonesia, gerakan buruh merasa perlu untuk mengembalikan citra positif gerakan buruh dengan gerakan terpadu, guna mengembalikan khitah perjuangan buruh untuk membela dan memperjuangkan kesejahteraan para buruh Indonesia.

“Perjuangan para aktivis buruh mendekati titik jenuh dan banyak terkontaminasi dengan maraknya praktik pemanfaatan buruh dengan bentuk yang beragam. Organisasi kami ini  berjuang bersama para buruh apapun benderanya,” kata Achmad.

Menurutnya, gerakan buruh di Indonesia telah memasuki masa yang memprihatinkan, akibat minimnya dukungan penguasa dan pengusaha dalam memperbaiki nasib buruh agar lebih layak dan sejahtera.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal FJIP, Ridwan Rajagukguk SH, MH mengatakan,

“Saat ini kita dihadapan dengan situasi global yakni masyarakat ekonomi ASEAN, terutama mereka yang berjuang dengan keringat di wilayah pabrik dan sektor informal semakin dianggap rendah diperlakukan makin tidak layak setiap hari. Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kaum buruh harus sejahtera, dengan melakukan kordinasi dengan penanam modal atau pengusaha.

Ridwa menambahkan, “sebutan mitra pengusaha telah lama dimateraikan bagi buruh walaupun implementasinya hampir nihil, perjuangan para aktivis buruh mendekati titik kejenuhan serta banyak terkontaminasi dengan maraknya praktik pemanfaatan buruh dalam bentuk beragam. Idenya kami ingin menjadi lebih besar lebih baik. Hari ini keinginan kami bergabung bersama,” kata  Ridwan Rajagukguk.

Deklarasi FJIP  ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat antara lain, Dede Yusuf Macan Efendi dan Irma Suryani Chaniago dari anggota Komisi IX DPR RI l, Marinus Gea anggota Komisi I DPR, Rekson Silaban, Eko Darmanto, Poempida Hidayatullah, dari Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Mudhofir Presiden KSBI, dan para pengurus nasional serikat pekerja buruh.

Tampak hadir susunan tim deklarator Ketua Achmad Ismail, Sekjen Ridwan Rajagukguk, Bendahara Uly Nursia P,  ketua bidang Program dan HI Maria Emeninta, Ketua Bidang Hukum Amati Seksama,

Andy William, Departemen Riset dan Litbang Jaya Putra Zega, Departemen Database dan IT Hukamas Rwanda, Humas : Liberty Simbolon dan perwakilan 200 delegasi buruh dari berbagai daerah. (Ed/GN)